Presiden terpilih Prabowo Subianto memperbaiki istilah program makan siang gratis yang menjadi salah satu inisiatif utama bersama Wakil Presiden terpilih, Gibran Rakabuming Raka.
Menurut Prabowo, istilah yang lebih tepat adalah “makan bergizi gratis untuk anak-anak.” Prabowo memberikan alasan khusus mengapa ia melakukan koreksi terhadap istilah tersebut.
“Dalam hal ini, saya ingin melakukan sedikit koreksi. Setelah kami telaah lebih lanjut, ternyata istilah yang lebih tepat adalah makan bergizi gratis untuk anak-anak. Itulah istilah yang lebih sesuai,” ungkap Prabowo seperti dilansir dari siaran YouTube TV One News pada Sabtu, 25 Mei 2024.
Prabowo menjelaskan bahwa perubahan istilah dari “makan siang gratis” menjadi “makan bergizi gratis” dilakukan berdasarkan pertimbangan waktu masuk sekolah anak-anak SD.
“Ketika anak-anak SD masuk sekolah pagi, mereka harus menunggu waktu makan siang terlalu lama. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk mengubah konsep menjadi makan pagi agar lebih sesuai dengan kebutuhan mereka,” jelas Prabowo melalui pernyataan resmi.
Prabowo menegaskan bahwa program makan bergizi gratis ini akan berperan penting dalam menentukan masa depan anak-anak Indonesia, terutama mengingat banyaknya kasus malnutrisi yang terjadi saat ini.
Budiman Sutjadmiko, Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN), juga memberikan penjelasan terkait perubahan istilah ini. Menurutnya, konsep makan bergizi gratis bukanlah penggantian program makan siang gratis yang tidak bergizi, melainkan penyesuaian terhadap waktu makan yang tidak terbatas.
“Jadi, sekarang konsepnya adalah makan pagi untuk sarapan. Hal ini akan berdampak positif terhadap produktivitas di desa-desa, dengan perkiraan pembukaan lahan sawah baru hingga 650 ribu hektare dan 50 ribu kandang ternak baru hingga tahun 2029 saat program ini sepenuhnya diimplementasikan,” papar Budiman kepada media.













