JAKARTA — Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) terus mengakselerasi pembangunan di kawasan perdesaan melalui kolaborasi lintas sektor. Langkah tersebut diwujudkan lewat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) serta Yayasan Educare Smart Serbaindo (YESS) pada Kamis (20/8/2026).
Dorong Realisasi Lapangan Demi Kesejahteraan Warga
Sekretaris Jenderal Kemendes PDT, Taufik Madjid, menegaskan bahwa kemitraan strategis ini krusial untuk menjangkau 75.266 desa yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Jumlah desa di Indonesia sangat besar, yaitu 75.266 desa. Oleh karena itu, Kemendes PDT memerlukan kolaborasi mutlak untuk memastikan pembangunan desa terus berjalan secara berkelanjutan,” ujar Taufik Madjid dalam keterangannya di Jakarta.
Taufik menambahkan, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal menginstruksikan agar dokumen kerja sama yang telah ditandatangani segera ditindaklanjuti secara konkret di lapangan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Kembangkan Ekosistem Biomassa dan Listrik Desa
Melalui kerja sama dengan PT PLN EPI, Kemendes PDT berfokus pada penyelesaian persoalan desa-desa yang belum terjangkau akses listrik, sekaligus mendorong Pengembangan Ekosistem Biomassa Berbasis Ekonomi Kerakyatan Melalui BUM Desa.
Inisiatif ini dirancang untuk mendukung transisi energi hijau serta pencapaian target Net Zero Emission di kawasan perdesaan dan daerah tertinggal.
Penandatanganan kerja sama ini dilakukan oleh Dirjen PEID Kemendes PDT Tabrani bersama Direktur Biomassa PT PLN EPI Hokkop Situngkir, serta Kepala BPSDM PMDDT Agustomi Masik bersama Ketua Pengurus Harian YESS Ichsan Ridwan, dengan disaksikan langsung oleh Sekjen Kemendes PDT.












