Tirta Lawu SC Ngawi Dukung Penolakan Iuran PB Akuatik Indonesia

NGAWI — Ketua Umum Perkumpulan Renang Tirta Lawu SC Kabupaten Ngawi, Joko Anggoro, menegaskan dukungannya terhadap penolakan iuran registrasi tahunan yang dikeluarkan oleh Pengurus Besar (PB) Akuatik Indonesia.

Akomodasi Kegelisahan Pelatih

Joko Anggoro menyatakan langkah ini diambil guna merespons kegelisahan para pelatih yang tergabung dalam paguyuban di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Menurutnya, pengembangan klub renang di daerah selama ini sudah sangat berat karena berjuang mandiri memasyarakatkan olahraga renang, membiayai kompetisi, hingga menyediakan fasilitas latihan secara terbatas.

Rincian Tarikan Iuran

Kebijakan tersebut tertuang dalam surat PB Akuatik Indonesia nomor 434/SJN/VIII.2026 tertanggal 8 Agustus 2026 mengenai informasi awal iuran registrasi atlet, klub, dan pelatih.

Dalam surat itu, atlet dikenai iuran Rp 50.000 per tahun. Sementara untuk klub, tarif dibedakan berdasarkan skala:

 Silver (maksimal 20 atlet): Rp 300.000/tahun

 Gold (21–99 atlet): Rp 500.000/tahun

 Diamond (100–249 atlet): Rp 1.000.000/tahun

 Platinum (minimal 250 atlet): Rp 1.500.000/tahun

Adapun iuran pelatih disesuaikan dengan jenjangLisensi, mulai dari Muda Rp 100.000, Madya Rp 200.000, Utama Rp 300.000, hingga Internasional Rp 1.000.000.

Desak PB Akuatik Kajian Ulang Policy

Joko menekankan bahwa klub merupakan fondasi utama tempat bibit atlet ditempa sebelum melangkah ke tingkat daerah, nasional, hingga internasional.

Pihaknya berharap PB Akuatik Indonesia dapat mengkaji ulang kebijakan iuran tersebut agar tidak menimbulkan kegaduhan serta beban tambahan bagi pengurus, pelatih, dan atlet di seluruh Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *