Gempa M 7,7 dan Tsunami Terjang NTT: 43 Orang Meninggal, 235 Kali Gempa Susulan

MANGGARAI — Korban jiwa akibat gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 yang memicu gelombang tsunami di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah. Data terbaru mencatat sedikitnya 43 orang meninggal dunia dalam peristiwa mencekam pada Sabtu (15/8/2026) pagi tersebut.

Rincian Korban Jiwa di 5 Kabupaten

Berdasarkan data sementara di lapangan, persebaran 43 korban jiwa akibat bencana ini terbagi di lima wilayah:

 Manggarai: 21 orang

 Manggarai Timur: 17 orang

 Sikka: 3 orang

 Manggarai Barat: 1 orang

 Ngada: 1 orang

Selain korban jiwa, puluhan warga dilaporkan mengalami luka berat hingga ringan. Angka ini berpotensi berubah lantaran jaringan komunikasi di sejumlah titik masih lumpuh.

235 Gempa Susulan di Utara Flores

Laporan BMKG mencatat gempa susulan masih terus mengguncang, terutama di kawasan utara Pulau Flores. Hingga saat ini, frekuensi gempa susulan sudah terjadi sebanyak 235 kali.

Kondisi tersebut membuat ribuan warga di kawasan pesisir seperti Ende, Sikka, Nagekeo, Flores Timur, hingga Lembata memilih mengungsi ke area perbukitan dan dataran tinggi.

Kecamatan Reo Jadi Wilayah Terparah

Dampak paling parah menerpa Kecamatan Reo (Reok), Kabupaten Manggarai. Gempa dangkal yang berpusat di laut timur laut Nagekeo tersebut memicu gelombang tsunami setinggi 1,61 meter yang langsung menghantam wilayah pesisir dan pelabuhan Reo.

Di wilayah Reo saja, sedikitnya 8 orang dilaporkan tewas akibat tertimbun reruntuhan bangunan. Kelurahan Reo dan Kelurahan Mata Air menjadi titik penemuan korban terbanyak.

Kerusakan Bangunan dan Rumah Tokoh Publik

Guncangan hebat mengakibatkan keruntuhan total pada deretan ruko serta bangunan bertingkat di sepanjang jalan utama Reo.

Bahkan, kediaman mantan Menkominfo Johnny G. Plate yang berada di wilayah Reo dilaporkan nyaris rata dengan tanah.

Fasilitas Kesehatan Rusak Parah

Sejumlah fasilitas publik strategis ikut menanggung dampak kerusakan struktural yang cukup berat.

Dua di antaranya adalah bangunan RS Pratama Reok dan Puskesmas Reok yang kini tak dapat berfungsi maksimal.

Akses Logistik Terputus Total

Upaya penyaluran bantuan logistik ke lokasi bencana masih menemui kendala besar. Tumpukan material beton serta material longsor menutup penuh jalur transportasi darat penghubung Ruteng-Reo.

Sementara itu, para pengungsi di wilayah perbukitan memilih untuk tetap bertahan di tengah guyuran hujan karena masih dibayangi trauma tsunami susulan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *