Waspada Virus Singapura (HFMD) Mulai Menyerang Warga Sungai Kecil Desa Sebong Lagoi

BINTAN – Warga Sungai Kecil, Desa Sebong Lagoi, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, mulai diresahkan dengan merebaknya kembali penyakit yang dikenal sebagai Flu Singapura atau Hand, Foot and Mouth Disease (HFMD).

Penyakit tersebut sebelumnya juga pernah menyerang warga di wilayah tersebut, baik anak-anak maupun orang dewasa. Sejumlah warga dilaporkan mengalami gejala yang mengarah pada infeksi virus HFMD.

Flu Singapura atau HFMD merupakan penyakit infeksi menular yang umumnya menyerang anak-anak, terutama usia di bawah lima tahun, meskipun orang dewasa juga dapat terinfeksi.

Penyakit ini umumnya ditandai dengan demam, nyeri tenggorokan, sariawan di dalam mulut, serta munculnya bintik merah atau lepuh pada telapak tangan dan kaki.

Kenali Gejala Flu Singapura

Beberapa gejala yang umum muncul pada penderita HFMD antara lain demam ringan hingga tinggi, nyeri tenggorokan, penurunan nafsu makan, sariawan yang terasa nyeri pada lidah, gusi dan bagian dalam pipi, serta munculnya bintik merah atau lepuh kecil pada telapak tangan, kaki dan area pantat.

Salah satu warga Jalan Langsat mengatakan masyarakat tidak perlu panik menghadapi penyakit tersebut. Namun, ia mengingatkan agar masyarakat tetap waspada, khususnya terhadap anak-anak dan balita.

“Masyarakat tidak usah panik dalam menghadapi kejadian ini karena virus flu Singapura ini memang tidak mematikan. Namun begitu, jangan menganggap enteng. Tetap perlu diwaspadai, khususnya terhadap mereka yang mempunyai daya tahan tubuh rendah seperti anak-anak dan balita, apalagi yang menderita asma, kelainan jantung dan paru-paru,” tegasnya saat ditemui di RSUD Kota Tanjungpinang, Selasa (11/8/2026).

Daya Tahan Tubuh Perlu Diperhatikan

SM menyebutkan, penderita yang terserang penyakit ini dapat mengalami penurunan kondisi tubuh. Pada anak yang memiliki penyakit penyerta seperti asma, kelainan paru-paru maupun jantung, infeksi dapat memperberat kondisi yang sudah ada.

“Sebetulnya virus ini tidak akan menimbulkan kematian, kecuali penderita memiliki penyakit lain misalnya asma, jantung, paru-paru, dan ginjal. Apabila tidak diantisipasi, dengan daya tahan tubuh yang menurun akan memberatkan penyakit yang diderita bahkan mengakibatkan kematian,” jelasnya.

HFMD dapat menular melalui kontak dengan cairan dari hidung atau tenggorokan, air liur, cairan dari lepuh, maupun melalui feses penderita. Karena itu, menjaga kebersihan tangan, tidak berbagi peralatan makan dan minum, serta menghindari kontak dekat dengan penderita menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko penularan.

Masyarakat juga diimbau segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam disertai sariawan, ruam atau lepuhan pada tangan dan kaki, terutama apabila kondisi anak semakin lemah atau sulit makan dan minum.

Dengan munculnya kembali kasus yang diduga HFMD di wilayah Sungai Kecil, masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan tanpa menimbulkan kepanikan serta tetap menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan keluarga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *