Korban Pencurian Mobil di Medan Harapkan Kepastian Hukum, Minta Polisi Usut Tuntas Kasus

MEDAN – Seorang warga Kota Medan, Frida Asina Anna Hasibuan, berharap memperoleh kepastian hukum atas laporan dugaan pencurian satu unit mobil miliknya yang telah dilaporkan ke Polsek Medan Helvetia sejak 28 Mei 2026. Korban mengaku hingga kini pelaku belum berhasil diamankan, sehingga menimbulkan rasa kecewa dan kekhawatiran.

Frida menyampaikan harapannya agar kepolisian dapat menuntaskan proses penyelidikan serta mengungkap pelaku yang diduga terlibat dalam pencurian kendaraan miliknya.

Mobil Hilang dari Teras Rumah

Frida menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada 27 Mei 2026 sekitar pukul 03.20 WIB. Menurut pengakuannya, pelaku diduga masuk ke rumah dengan membuka jendela, kemudian mengambil kunci mobil sebelum membawa kabur kendaraan.

Mobil yang dilaporkan hilang merupakan Toyota New Avanza tahun 2024 dengan nomor polisi BK 1192 AFA.

Sehari setelah kejadian, tepatnya pada 28 Mei 2026, Frida melaporkan dugaan pencurian tersebut ke Polsek Medan Helvetia.

“Saya sudah melaporkan kasus ini kepada Polsek Medan Helvetia sejak 28 Mei 2026, tetapi sampai sekarang pelakunya belum juga tertangkap,” ujar Frida kepada wartawan, Sabtu (11/7/2026).

Korban Mengaku Diminta Uang Tebusan

Frida juga mengaku, pada hari yang sama sekitar pukul 14.04 WIB, anaknya dihubungi oleh seseorang yang diduga telah diketahui identitasnya dan disebut berinisial SM.

Menurut pengakuan korban, orang tersebut mengirimkan video yang menampilkan mobil miliknya dan diduga meminta uang tebusan sebesar Rp60 juta agar kendaraan dikembalikan.

Korban juga menyebut bahwa orang tersebut diduga meminta uang ditransfer ke rekening pribadi serta mengancam akan menjual kendaraan apabila permintaan tersebut tidak dipenuhi dalam waktu empat jam.

Pernyataan tersebut merupakan keterangan dari pihak korban dan belum dapat dipastikan kebenarannya sebelum melalui proses pembuktian dalam penyidikan.

Mengaku Trauma

Frida, yang berusia 53 tahun dan bekerja sebagai pengemudi taksi online di Kota Medan, mengaku mengalami trauma dan merasa ketakutan sejak peristiwa tersebut.

Ia berharap kendaraan miliknya dapat ditemukan serta pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Saya berharap Polsek Medan Helvetia dapat serius menangani kasus ini dengan menangkap pelaku,” katanya.

Polisi Diharapkan Tuntaskan Penyelidikan

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari Polsek Medan Helvetia mengenai perkembangan penyelidikan atas laporan tersebut.

Redaksi membuka ruang hak jawab bagi pihak kepolisian maupun pihak lain yang disebut dalam pemberitaan ini untuk memberikan klarifikasi atau tanggapan sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *