Reog Ponorogo hingga Busana Mamasa Warnai Defile Kontestan Kejurnas PTWP 2026 di Malang

MALANG – Pembukaan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tenis XX Piala Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Tahun 2026 berlangsung semarak. Salah satu momen yang mencuri perhatian dalam pembukaan yang digelar di Malang, Jawa Timur, Jumat (12/6/2026), adalah penampilan defile para kontestan dari berbagai daerah di Indonesia.

Setiap peserta menampilkan kekhasan daerah masing-masing melalui busana adat dan atraksi budaya yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para penonton.

Kontestan Tampilkan Kekayaan Budaya Nusantara

Defile diawali dengan pembawa bendera Persatuan Tenis Warga Peradilan (PTWP) dari masing-masing satuan kerja. Dua orang pembawa bendera, pria dan wanita, tampil mengenakan jas putih lengkap dengan peci, kemudian diikuti para atlet yang mengenakan pakaian olahraga sesuai kontingen masing-masing.

Keberagaman budaya Nusantara tampak begitu kental dalam parade tersebut. Salah satunya ditunjukkan oleh kontingen Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Sulawesi Barat yang menampilkan busana adat khas Mamasa.

Peserta pria mengenakan atasan berwarna putih, sedangkan peserta wanita tampil dengan busana merah cerah. Seluruhnya dipadukan dengan kain tenun khas Mamasa yang menjadi ciri budaya masyarakat setempat.

Kontingen Bali Tampil Anggun dengan Busana Adat

Kontingen Pengadilan Tinggi Denpasar juga tak kalah menarik perhatian. Para peserta pria dan wanita tampil mengenakan busana adat Bali dengan dominasi warna teal yang memberikan kesan segar dan elegan.

Para peserta wanita mengenakan kebaya khas Bali, sedangkan peserta pria memakai udeng yang menjadi identitas budaya Pulau Dewata.

Penampilan tersebut semakin memperkaya suasana pembukaan Kejurnas yang diikuti peserta dari seluruh penjuru Tanah Air.

Reog Ponorogo Jadi Magnet Tuan Rumah

Penampilan paling meriah datang dari tuan rumah, yakni Pengadilan Tinggi Surabaya dan Pengadilan Tinggi Agama Surabaya.

Keduanya menghadirkan atraksi seni Reog Ponorogo yang langsung mengundang decak kagum para penonton. Topeng raksasa Dadak Merak tampil atraktif dan menghibur dengan gerakan yang lincah.

Atraksi tersebut semakin lengkap dengan hadirnya tokoh Bujang Ganong dan Klono Sewandono yang menambah semarak suasana pembukaan.

Di belakang para penampil budaya tersebut, para atlet dari PT Surabaya dan PTA Surabaya mengikuti arak-arakan dengan mengenakan seragam olahraga masing-masing.

Dilanjutkan Upacara Pembukaan

Usai parade defile, seluruh kontingen kemudian berbaris menghadap podium utama dan tenda pimpinan Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Selanjutnya, para peserta mengikuti rangkaian acara pembukaan dan mendengarkan sambutan dari jajaran pimpinan Mahkamah Agung RI sebagai tanda resmi dimulainya Kejurnas Tenis XX Piala Ketua MA RI Tahun 2026.

Selain menjadi ajang olahraga, Kejurnas PTWP 2026 juga menjadi wadah untuk mempererat persaudaraan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui penampilan para kontingen dari berbagai daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *