JAKARTA – Raffi Ahmad akhirnya buka suara terkait namanya yang dikaitkan dengan kasus dugaan suap importasi barang di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Dalam siaran langsung TikTok @eradotid, Kamis (11/6/2026), Raffi memberikan klarifikasi didampingi kuasa hukumnya, Hotman Paris Hutapea.
Raffi menegaskan bahwa dirinya tidak pernah terlibat dalam praktik pencucian uang maupun aktivitas ilegal terkait impor barang sebagaimana yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Tegaskan Tak Pernah Pesan Barang
Raffi mengaku terkejut namanya tiba-tiba dikaitkan dengan perkara tersebut hanya karena adanya satu unit telepon genggam yang disebut-sebut berkaitan dengan dirinya.
Menurutnya, ia sama sekali tidak pernah memesan barang tersebut, tidak pernah menerima kiriman, dan tidak mengenal pihak-pihak yang disebut dalam perkara.
“Pencucian uang itu tidak pernah benar. Saya juga tidak paham dengan kasus Bea Cukai yang kemarin ramai dibahas. Nama saya tiba-tiba dikaitkan hanya gara-gara satu handphone yang bahkan tidak pernah saya pesan, tidak pernah dikirim, dan saya juga tidak mengenal pihak yang disebut-sebut dalam perkara tersebut,” ujar Raffi.
Ia mengatakan, klarifikasi tersebut perlu disampaikan secara terbuka mengingat dirinya saat ini berada di lingkungan pemerintahan dan lembaga negara.
Didampingi Hotman Paris
Raffi mengaku sengaja meminta pendampingan hukum dari Hotman Paris agar persoalan tersebut dapat segera diluruskan dan tidak berkembang menjadi fitnah yang merugikan.
Dalam kesempatan yang sama, Hotman Paris menilai berbagai tudingan yang muncul merupakan salah satu risiko yang harus dihadapi ketika seseorang memilih untuk mengabdi di pemerintahan.
“Kalau Raffi memilih menjadi birokrat, tentu tantangannya banyak. Ini adalah risiko ketika seseorang berani membantu pemerintah,” kata Hotman.
Ajak Masyarakat Lawan Hoaks
Raffi juga mengajak masyarakat untuk berani melawan penyebaran hoaks dan informasi yang tidak benar di media sosial.
Menurutnya, selain korupsi, penyebaran fitnah dan berita bohong juga menjadi ancaman yang harus dilawan bersama.
“Kalau ada yang difitnah, silakan speak up. Jangan pernah takut melawan hoaks. Sekarang yang paling penting bukan hanya melawan korupsi, tetapi juga melawan hoaks di media sosial dan berita-berita yang tidak benar,” tegasnya.
Hotman: Tidak Ada Kaitan dengan PT Blueray Cargo
Hotman Paris kemudian memaparkan kesimpulan hukum berdasarkan fakta yang mereka miliki. Ia menegaskan bahwa Raffi Ahmad tidak pernah memesan iPhone maupun laptop dari PT Blueray Cargo di Amerika Serikat.
Selain itu, Raffi juga disebut tidak mengenal pemilik perusahaan tersebut dan tidak pernah menerima barang apa pun.
“Raffi tidak pernah memesan, tidak pernah meminta, tidak pernah menerima, dan tidak ada komunikasi lanjutan. Bahkan satu handphone pun tidak pernah dikirim. Jadi tidak ada kaitan apa pun antara Raffi Ahmad dengan perkara impor yang menyeret nama Blueray,” ujar Hotman.
Ia menambahkan, pihaknya akan mengumpulkan pihak-pihak yang dianggap telah memelintir informasi persidangan menjadi narasi fitnah dan pencemaran nama baik di media sosial.
Ingin Fokus pada Pekerjaan yang Lebih Bermanfaat
Menutup klarifikasinya, Raffi berharap polemik tersebut segera selesai agar dirinya dapat kembali fokus menjalankan tugas dan berbagai program yang menurutnya lebih bermanfaat bagi masyarakat.
“Saya ingin semuanya selesai hari ini. Besok pasti ada tugas baru dan hal-hal yang lebih bermanfaat yang harus saya kerjakan. Saya tidak ingin membuang waktu untuk sesuatu yang mengganggu fokus saya,” pungkas Raffi Ahmad.












