Bikin Bule Melongo! Batik Asal Klaten Ini Laris Manis di Bali, Buyer Australia dan Korea Langsung Borong di Tempat

BALI – Produk lokal asal Kabupaten Klaten kembali mengguncang panggung internasional. Bukan sembarang kain, kerajinan Batik Ecoprint asal Kecamatan Pedan, Klaten, sukses menjadi primadona dalam pameran resmi yang digelar oleh Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DKUKMP) Klaten di Lippo Mall, Bali, pada 21-24 Mei 2026.

Hebatnya, pameran ini bukan sekadar ajang pamer visual. Stan produk Klaten ini langsung diserbu oleh buyer asing dari berbagai belahan dunia, mulai dari Australia, Korea Selatan, hingga India. Tak pakai lama, para investor asing tersebut langsung melakukan transaksi dan kesepakatan dagang (deal) di lokasi pameran.

Magnet Kuat di Bali, Jadi Buruan Turis Mancanegara

Langkah taktis DKUKMP Klaten memboyong produk ini ke Pulau Dewata terbukti sangat jitu. Bali sengaja dipilih sebagai gerbang utama untuk menjaring pasar internasional secara instan.

Kepala Pokja Pengembangan dan Promosi Perdagangan DKUKMP Klaten, Dicky Fajar Novianto, mengungkapkan bahwa respons para pelaku jurnalis dagang dan pembeli internasional di lokasi benar-benar di luar ekspektasi.

“Kami ada Pokja Ekspor. Dan ini memang tugas kami untuk mempromosikan produk-produk yang dikenal mancanegara. Alhamdulillah responsnya luar biasa. Banyak yang langsung deal dan transaksi di tempat,” ujar Dicky saat ditemui di kantornya.

Perajin yang dibawa pun bukan pemain amatir. Diketahui, produk ecoprint dari Pedan ini ternyata sudah berhasil menembus dan mengekspor produknya ke 8 negara sebelum pameran Bali ini dimulai.

Mengapa Bule Sangat Tergila-gila dengan Batik Ini?

Ada alasan kuat mengapa warga asing dari Australia hingga Korea Selatan rela merogoh kocek dalam-dalam demi batik ecoprint Klaten. Rahasianya terletak pada konsep kasual, natural, dan ramah lingkungan (eco-friendly).

Berbeda dengan batik konvensional, motif ecoprint dibuat dengan teknik cap menggunakan daun dan bunga asli yang tumbuh subur di alam Klaten. Proses ini menghasilkan perpaduan estetis yang sangat disukai pasar global:

  • Warna Kalem dan Elegan: Kain dasar putih berpadu dengan warna-warna alam yang tidak mencolok (nge-jreng), memberikan kesan mewah dan minimalis.

  • Desain Kasual: Bentuk pakaian harian yang nyaman dan sangat cocok dengan selera berpakaian orang luar negeri.

Masalah harga? Para buyer internasional sama sekali tidak mempermasalahkannya. Mereka menilai harga yang ditawarkan sangat sebanding dengan kualitas premium, kerumitan proses buatan tangan (handmade), serta nilai kelestarian lingkungan yang diusung.

Keberhasilan ini membuktikan bahwa produk UMKM Klaten memiliki daya saing yang sejajar dengan jenama mode internasional. Tantangan ke depan adalah menjaga konsistensi mutu dan terus melahirkan inovasi motif baru agar pasar ekspor ini terus menggurita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *