KLATEN — Bupati Klaten, Hamenang Wajar Iswoyo, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jonggrangan, Sabtu (11/04/2026). Langkah ini diambil merespons laporan adanya puluhan siswa yang mengalami gejala gangguan pencernaan usai mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu lalu.
Hasil tinjauan lapangan menunjukkan bahwa prosedur operasional di dapur SPPG telah memenuhi standar, namun ditemukan indikasi masalah pada durasi waktu konsumsi di tingkat sekolah.
Menu Mie Ayam dan Batas Waktu Konsumsi
Dalam sidak tersebut, Bupati berdialog langsung dengan pemilik SPPG, kepala dapur, serta ahli gizi. Diketahui bahwa pada hari kejadian, menu yang disajikan adalah mie ayam. SPPG tersebut melayani total 3.000 penerima manfaat di delapan sekolah berbeda.
“Dari delapan sekolah yang dilayani, tujuh sekolah dilaporkan aman. Hanya satu sekolah yang bermasalah. Berdasarkan informasi, mie ayam yang berkuah tersebut baru dikonsumsi setelah istirahat kedua, atau lebih dari tiga jam setelah didistribusikan. Padahal, idealnya makanan berkuah dikonsumsi maksimal sebelum dua jam,” jelas Hamenang.
Menunggu Hasil Uji Laboratorium
Meski ditemukan indikasi keterlambatan konsumsi, Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Klaten tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan terkait penyebab pasti gejala mules dan diare yang dialami siswa.
“Kami tetap menunggu hasil uji laboratorium resmi. Namun, secara logika, jika masalah murni ada pada kualitas bahan makanan di dapur, seharusnya tujuh sekolah lainnya juga terdampak. Kami juga mendapat laporan ada siswa yang membawa pulang makanan tersebut, padahal SOP-nya harus segera dikonsumsi di tempat,” tambahnya.
Evaluasi SOP dan Imbauan Menu Tahan Lama
Bupati Hamenang menyatakan kondisi dapur SPPG Jonggrangan dalam keadaan baik dan bersih sesuai standar kesehatan. Namun, kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh pihak untuk memperkuat komunikasi antara penyedia jasa (SPPG) dan pihak sekolah.
Sebagai langkah preventif ke depan, Bupati memberikan dua poin evaluasi utama:
-
Ketepatan Waktu: Pihak sekolah wajib memastikan makanan segera dibagikan dan dikonsumsi sesuai jadwal untuk menghindari risiko basi.
-
Pemilihan Menu: SPPG diimbau untuk menyajikan menu yang lebih tahan lama dan menghindari jenis makanan yang sangat rentan terkontaminasi jika tidak langsung dimakan.
Pemerintah Kabupaten Klaten berkomitmen untuk terus mengawal program MBG agar tetap aman, bergizi, dan memberikan manfaat maksimal bagi kesehatan serta konsentrasi belajar para siswa di Klaten.













