PEMALANG — Semangat silaturahmi melalui olahraga di Desa Kalimas, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang, ternoda oleh insiden keributan antarsuporter. Pertandingan semifinal yang mempertemukan Arduka FC melawan Arjen FC di Lapangan Brama Kendali, Kamis (1/4/2026) sore, berakhir dengan kemenangan tipis Arduka FC 2–0, namun menyisakan catatan merah bagi panitia.
Laga yang sejatinya digelar dalam rangka kegiatan Halal Bihalal ini semula berjalan atraktif, sebelum akhirnya tensi tinggi di luar lapangan memicu perselisihan fisik.
Drama Lapangan: Arduka FC Unggul Tipis
Pertandingan berlangsung sengit sejak peluit pertama dibunyikan. Arduka FC tampil dominan dan berhasil mengunci kemenangan dengan skor 2–0 atas Arjen FC. Hasil ini memastikan satu tiket final bagi Arduka FC dalam turnamen desa tersebut.
Namun, kegembiraan kemenangan tersebut seketika berubah menjadi ketegangan. Pascapertandingan, sejumlah penonton terlibat perselisihan fisik dengan beberapa pemain Arduka FC di area lapangan. Kericuhan sempat pecah dan memicu kekhawatiran warga yang hadir untuk menyaksikan tontonan hiburan Lebaran tersebut.
Sorotan Tajam: Absennya Petugas Keamanan
Insiden ini memicu kritik keras terhadap panitia penyelenggara. Pasalnya, dalam laga krusial sekelas semifinal, terpantau tidak ada kehadiran petugas keamanan (Aparat Kepolisian/TNI/Linmas) di lokasi untuk melakukan antisipasi gangguan kamtibmas.
Ketiadaan pengamanan membuat situasi sulit dikendalikan saat percikan emosi mulai muncul di pinggir lapangan. Kejadian ini dinilai mencederai esensi utama kegiatan Halal Bihalal yang seharusnya menjadi sarana mempererat tali persaudaraan antarwarga Desa Kalimas.
Pelajaran Menuju Laga Final
Meski diwarnai kericuhan, kemenangan Arduka FC tetap sah secara teknis pertandingan. Namun, publik berharap panitia dapat mengambil pelajaran berharga dari peristiwa ini. Untuk laga final mendatang, kehadiran pengamanan yang memadai menjadi syarat mutlak agar:
-
Keamanan Terjamin: Melindungi pemain, wasit, dan penonton dari tindakan anarkis.
-
Marwah Desa Terjaga: Memastikan nama baik Desa Kalimas tidak tercoreng oleh insiden serupa.
-
Sportivitas Kembali Tegak: Mengembalikan fokus warga pada prestasi olahraga dan nilai silaturahmi.
Panitia diharapkan segera berkoordinasi dengan pihak berwenang di tingkat kecamatan (Muspika) guna menjamin pertandingan berikutnya berjalan aman, lancar, dan kondusif.













