YAHUKIMO — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Yahukimo, Amirson Heselo, S.Sos, menunjukkan kepedulian nyata terhadap penguatan nilai kerohanian di wilayahnya. Dalam rangkaian masa reses I tahun 2026, politisi tersebut menyalurkan bantuan dana awal untuk mendukung persiapan Rapat Kerja (Raker) Sidang Klasis Baliem Selatan yang akan dilaksanakan di GKI Jemaat Maranatha.
Pemberian bantuan ini dilakukan pada Senin (23/3/2026) sebagai langkah stimulan bagi panitia pelaksana guna mempersiapkan agenda besar yang dijadwalkan pada Maret 2027 mendatang.
Bentuk Tanggung Jawab Moral Wakil Rakyat
Amirson Heselo menjelaskan bahwa kontribusi ini merupakan bagian dari tanggung jawab moralnya sebagai wakil rakyat untuk mendukung pembinaan iman dan organisasi gereja di Kabupaten Yahukimo. Mengingat skala kegiatan yang melibatkan banyak jemaat, persiapan sarana dan prasarana perlu dilakukan sejak dini.
“Sidang Klasis adalah momentum penting bagi umat untuk mengevaluasi program kerja dan merancang masa depan pelayanan di wilayah Baliem Selatan. Kami berharap bantuan awal ini dapat memicu semangat panitia untuk bekerja maksimal,” ujar Amirson.
Persiapan Matang Menuju Maret 2027
Meskipun pelaksanaan sidang masih setahun lagi, dukungan finansial yang stabil dianggap krusial untuk memastikan aspek akomodasi dan teknis berjalan tanpa hambatan. Amirson menekankan bahwa stabilitas pelayanan gereja berbanding lurus dengan keharmonisan masyarakat di Yahukimo.
Apresiasi dari Jemaat dan Tokoh Agama
Ketua Rayon, Silas Hesegem, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif yang diambil oleh Amirson Heselo. Menurutnya, kepedulian tokoh politik terhadap agenda gereja sangat membantu kelancaran pelayanan umat.
“Kegiatan Sidang Klasis Baliem Selatan pada Maret 2027 nanti diharapkan tidak hanya menjadi ajang administratif gereja, tetapi juga menjadi sarana pemersatu masyarakat di Kabupaten Yahukimo melalui nilai-nilai kerohanian,” pungkas Silas.
Sinergi antara tokoh politik dan lembaga keagamaan ini diharapkan terus terjaga demi menciptakan iklim sosial yang kondusif dan religius di wilayah pegunungan Papua.













