MOJOKERTO — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Gelora Indonesia Jawa Timur menggelar aksi konsolidasi maraton bertajuk Roadshow Ramadhan di Hotel Raden Wijaya, Kota Mojokerto, Senin sore (9/3/2026).
Kegiatan ini mempertemukan pengurus dari empat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) sekaligus, yakni Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Jombang, dan Kabupaten Nganjuk. Fokus utama pertemuan ini adalah penguatan internal serta aktivasi anggota di akar rumput.
Menyatukan Kutub Islam dan Nasionalisme
Hadir langsung memimpin acara, Ketua DPW Gelora Jatim, Ustadz Misbakhul Munir (Gus Misbah), didampingi Wakil Ketua, KH. Astocha Wahju Rahardjo. Dalam arahannya, Gus Misbah menekankan bahwa Partai Gelora hadir untuk mengakhiri pembelahan ideologi di Indonesia.
“Gelora adalah titik temu dua kutub ideologi besar: Islam dan Nasionalisme. Inilah energi mencintai tanah air yang religius sekaligus nasionalis,” tegas Gus Misbah di hadapan ratusan kader.
Soroti Geopolitik: Indonesia Jangan Hanya Jadi Penonton
Dalam sesi wawasan kebangsaan, Gus Misbah menyoroti posisi Indonesia di kancah internasional yang saat ini masih dianggap sebagai kekuatan kecil dan cenderung hanya menjadi pengamat dalam konflik global, seperti ketegangan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Namun, ia meyakini bahwa dengan arah baru yang tepat, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan Superpower Baru dunia.
“Indonesia punya segalanya untuk menjadi kekuatan besar dunia. Kami berharap pengurus DPD di seluruh wilayah semakin mantap mengambil peran dan berkontribusi nyata untuk meningkatkan posisi tawar bangsa kita di level global,” tambahnya.
Konsolidasi Berbalut Suasana Religi
Selain pembahasan geopolitik dan strategi organisasi, acara ini juga menjadi ajang penguatan spiritual bagi para kader. Pertemuan berlangsung hangat dan ditutup dengan doa bersama tepat saat azan Magrib berkumandang, dilanjutkan dengan buka puasa bersama.
Melalui Roadshow Ramadhan ini, Partai Gelora Jatim menargetkan aktivasi mesin partai yang lebih solid guna menghadapi dinamika politik ke depan, sembari terus menanamkan narasi Indonesia sebagai salah satu pemain utama di panggung dunia.













