Iran Terancam “Dikeroyok” Kekuatan Global: Trio Eropa Siap Lancarkan Serangan Militer ke Jantung Teheran

PARIS — Eskalasi konflik di Timur Tengah memasuki babak paling berbahaya. Tiga kekuatan besar Eropa—Inggris, Prancis, dan Jerman—secara resmi menyatakan kesiapan militer untuk melakukan tindakan defensif dan menyerang balik Iran guna melindungi kepentingan sekutu di kawasan Teluk, Senin (2/3/2026).

Pernyataan bersama ini muncul sebagai respons atas gelombang serangan rudal dan drone masif yang diluncurkan Iran pada Minggu (1/3/2026), pasca-tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Khamenei dalam operasi militer AS-Israel.

Eropa Tak Tinggal Diam: Ancaman Serangan ke Sumber Rudal

Pemimpin ketiga negara NATO tersebut mengaku terkejut dengan agresivitas Teheran yang dinilai menyerang “tanpa pandang bulu”. Serangan Iran tidak hanya menyasar instalasi militer, tetapi juga mengancam wilayah sipil dan personel internasional di negara-negara Teluk.

“Kami akan mengambil langkah-langkah untuk membela kepentingan kami… berpotensi melalui pengaktifan tindakan defensif yang diperlukan dan proporsional untuk menghancurkan kemampuan Iran menembakkan rudal dan drone langsung ke sumbernya,” bunyi pernyataan resmi trio Eropa yang dikutip dari AFP.

Daftar Wilayah yang Menjadi Sasaran Iran

Iran mengklaim serangan tersebut sebagai balasan sah atas operasi “Operation Epic Fury”. Berdasarkan laporan terkini, beberapa titik vital telah terkena dampak ledakan:

  • Arbil, Irak Utara: Pangkalan militer multinasional menjadi sasaran utama.

  • Yordania Timur: Kamp tentara Jerman dilaporkan terkena serangan (tanpa korban jiwa).

  • Kota-Kota Strategis: Ledakan terdengar di pusat ekonomi dunia seperti Riyadh, Dubai, Abu Dhabi, Doha, dan Manama, serta pusat konflik di Yerusalem dan Tel Aviv.

Presiden Iran: Ini Deklarasi Perang Melawan Umat Muslim

Menanggapi ancaman pengeroyokan global tersebut, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa pembunuhan Ayatollah Khamenei bukan sekadar serangan militer, melainkan deklarasi perang terhadap seluruh umat Muslim.

“Membalas dendam adalah kewajiban dan hak sah negara kami,” tegas Pezeshkian. Senada dengan itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan kepada ABC News bahwa pihaknya tidak akan memberikan batasan dalam upaya membela diri dari ancaman luar.

Dunia di Ambang Perang Besar

Keterlibatan aktif Inggris, Prancis, dan Jerman menandai babak baru di mana kekuatan NATO mulai berkoordinasi penuh dengan Amerika Serikat untuk membendung kekuatan militer Iran di Teluk. Situasi yang berada di ujung tanduk ini memicu kekhawatiran akan terjadinya perang terbuka yang melibatkan banyak negara (perang multipolar) yang dapat melumpuhkan stabilitas dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *