TULANG BAWANG — Sebuah unggahan kisah mengharukan mendadak viral di media sosial pasca-insiden keracunan massal yang menimpa puluhan siswa di Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang. Di tengah kepanikan warga, pengakuan seorang ibu yang anaknya selamat dari maut menjadi sorotan netizen.
Peristiwa dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) ini terjadi pada Selasa (24/2/2026), mengakibatkan puluhan siswa, guru, hingga wali murid dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami gejala muntah-muntah dan diare hebat.
Keajaiban di Balik Ibadah Puasa
Ibu tersebut mengisahkan rasa syukurnya yang mendalam karena sang buah hati selamat dari petaka tersebut. Ternyata, pada hari kejadian, anaknya sedang menjalankan ibadah puasa sehingga tidak menyentuh sama sekali menu MBG yang dibagikan oleh pihak sekolah.
“Saya benar-benar merasa ada mukjizat. Anak saya hari itu sedang puasa, jadi kotak makanannya dibawa pulang utuh. Kalau tidak, saya tidak tahu apa yang akan terjadi padanya melihat teman-temannya bertumbangan,” ungkap sang ibu dengan mata berkaca-kaca, yang kini ceritanya viral di grup-grup WhatsApp warga.
Satu Pasien Sempat Kritis dan Kejang
Kisah syukur ini terasa sangat kontras dengan kondisi memprihatinkan di RSUD Menggala. Dari puluhan korban yang mendapatkan perawatan medis, satu pasien dilaporkan sempat berada dalam kondisi kritis.
Pasien tersebut mengalami gejala berat berupa kejang-kejang dan penurunan kesadaran (koma) sesaat setelah menyantap hidangan tersebut. Beruntung, berkat penanganan cepat tim medis dan filterisasi racun, kondisi pasien kritis tersebut kini mulai menunjukkan tanda-tanda stabil meski masih dalam pemantauan ketat.
Dinas Kesehatan Lakukan Investigasi Menyeluruh
Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Tulang Bawang langsung bergerak cepat dengan mengambil sampel sisa makanan untuk dilakukan uji laboratorium. Penyelidikan difokuskan pada higienitas bahan baku dan proses pengolahan makanan pada Satuan Pelayanan terkait.
“Kami pastikan seluruh korban tertangani dengan baik. Mengenai penyebab pasti, kami menunggu hasil uji lab dan akan segera melakukan evaluasi total agar program MBG ke depannya berjalan aman tanpa kendala,” tegas perwakilan Dinas Kesehatan.
Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi para penyedia layanan katering sekolah untuk lebih ketat dalam menjaga kualitas pangan, terutama program yang menyasar anak-anak sekolah dalam skala besar.












