PALU — Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, mengajak seluruh lapisan masyarakat Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk terlibat aktif menyukseskan program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Program ini dicanangkan sebagai instrumen strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi desa berbasis potensi lokal.
Hal tersebut disampaikan Mendes Yandri di hadapan jajaran kepala desa se-Sulawesi Tengah dalam kunjungan kerjanya di Palu, Rabu (4/2/2026).
Instrumen Strategis Nasional untuk Rakyat
Mendes Yandri menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih merupakan ide besar dari Presiden Prabowo Subianto yang fokus pada pemberdayaan masyarakat bawah. Koperasi ini diharapkan menjadi wadah usaha bersama yang mampu mengelola dan memasarkan produk unggulan desa secara profesional.
“Ini program strategis nasional yang wajib kita sukseskan karena ujungnya buat rakyat dengan keuntungan untuk rakyat. Kopdes ini salah satu cara untuk kita meratakan ekonomi di tingkat desa,” tegas Yandri Susanto.
Implementasi Asta Cita ke-6
Kehadiran Kopdes Merah Putih merupakan wujud nyata dari Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo, yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan. Mendes Yandri berkomitmen untuk mencari sumber pendanaan di luar dana desa guna memaksimalkan pembangunan ini.
Manfaat utama dari pengelolaan Kopdes Merah Putih yang profesional meliputi:
-
Penciptaan Lapangan Kerja: Mengutamakan SDM setempat sebagai penggerak utama.
-
Nilai Tambah Produk: Mengelola potensi desa agar memiliki nilai jual lebih tinggi.
-
Ketahanan Ekonomi: Memenuhi kebutuhan warga desa secara mandiri dan berkelanjutan.
Kolaborasi Lintas Sektoral
Kunjungan kerja ini juga dihadiri oleh Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto, dan Gubernur Sulteng Anwar Hafid. Kehadiran para tokoh nasional dan daerah ini menandai komitmen kolaborasi kuat demi menyukseskan pembangunan desa di Sulawesi Tengah.
Mendes berharap dengan dukungan semua elemen, Kopdes Merah Putih akan menjadi tulang punggung baru ekonomi Sulteng yang akuntabel dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat desa sebatang kara maupun keluarga.












