BOGOR — Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin memberikan pembekalan strategis yang membakar semangat nasionalisme para insan pers dalam acara Retret Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Bertempat di Pusat Kompetensi Bela Negara, Rumpin, Kabupaten Bogor, Sabtu (31/1/2026), Menhan menekankan pentingnya peran wartawan di era transformasi digital.
Dalam arahannya, Menhan menegaskan bahwa di tengah gempuran informasi global, pers bukan sekadar pembawa berita, melainkan benteng pertahanan nonmiliter.
Bela Negara Adalah Hak dan Kewajiban
Sebelum memberikan arahan, Menhan Sjafrie menerima paparan mengenai rencana pengembangan sarana latihan dasar militer, termasuk untuk Komponen Cadangan. Ia mengingatkan bahwa bela negara adalah amanat UUD 1945 yang merupakan fondasi utama ketahanan nasional.
“Bela negara adalah hak sekaligus kewajiban setiap warga negara. Ini adalah fondasi yang menjaga eksistensi kita sebagai bangsa,” tegas Menhan Sjafrie di hadapan para pengurus dan anggota PWI.
Pers Sebagai Garda Sipil Ruang Informasi
Menhan menyoroti tantangan transformasi digital yang membuat ancaman nonmiliter, seperti disinformasi dan hoaks, menjadi semakin kompleks. Dalam konteks ini, insan pers dipandang memiliki peran strategis sebagai garda sipil dalam menjaga ruang informasi nasional.
Penyajian informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab bukan hanya soal profesionalisme, melainkan kontribusi langsung dalam menjaga kepentingan nasional dan keutuhan NKRI.
Kolaborasi Menuju Ketahanan Nasional
Kegiatan retret di Rumpin ini menjadi momentum penguatan sinergi antara Kementerian Pertahanan dan insan pers. Menhan berharap PWI tetap konsisten mengawal kedaulatan negara melalui tulisan-tulisan yang mencerdaskan dan mampu mempererat persatuan bangsa di tengah dinamika politik global yang tidak menentu.












