SO’E — Program Sekolah Bakti BCA di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, sukses memasuki tahun ketiga dengan capaian luar biasa. Melalui metode pembelajaran GASING (Gampang, Asik, Menyenangkan) yang digelar selama 15 hari (14–30 Januari 2026), siswa di SD Inpres Nunumeu menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan akademik dan penguatan karakter.
Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Bank Central Asia (BCA) dalam meningkatkan indeks literasi dan numerasi di wilayah NTT.
Pembinaan Berkelanjutan: Dari Literasi hingga Sains
Selama tiga tahun berturut-turut, BCA fokus membina empat sekolah di wilayah TTS, yakni SD Inpres Nunumeu, SD Inpres Soe, SD Yaswari Soe 5, dan SD Inpres Soe. Program ini dirancang secara terstruktur untuk menyentuh berbagai aspek perkembangan siswa:
-
Tahun Pertama: Fokus pada literasi dasar dan pembentukan karakter.
-
Tahun Kedua: Peningkatan kemampuan numerasi (berhitung).
-
Tahun Ketiga: Implementasi literasi sains untuk mengenalkan anak pada ekosistem alam, sesama, dan sang Pencipta.
Kepala Sekolah SD Inpres Nunumeu, Yakoba Saekoko, S.Pd, mengungkapkan bahwa program ini telah mengubah mentalitas siswa. “Anak-anak kini tidak lagi merasa minder. Mereka diajak mengolah sampah menjadi pupuk organik dan aktif di kebun sains sekolah,” ujarnya, Jumat (30/1/2026).
Kolaborasi Guru dan Trainer Berkualitas
Keberhasilan program ini tidak lepas dari peran para trainer yang memberikan pendekatan personal dan metode inovatif. Guru-guru di sekolah binaan juga didorong untuk lebih kolaboratif dalam menyusun modul pembelajaran kreatif yang relevan dengan kondisi lokal.
“Saya berharap para guru dapat terus mengembangkan metode ini ke dalam kurikulum dan rutin berbagi pengalaman dengan rekan guru di sekolah lain di sekitar TTS,” tambah Yakoba.
Komitmen BCA untuk Pendidikan Daerah
Danny Soetikno, Branch Business Manager KCU BCA Kupang, menjelaskan bahwa pemberian literasi keuangan dan metode GASING adalah bentuk nyata dukungan BCA terhadap kualitas pendidikan di daerah.
“Kami memiliki rencana pembinaan 3 tahun yang jelas. Harapannya, para guru dapat konsisten menerapkan metode inovatif ini sehingga menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di sekitarnya,” jelas Danny. BCA juga akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk menentukan kelanjutan program strategis ini di masa depan.













