KARAWANG — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang tancap gas memperkuat infrastruktur pendidikan di tahun 2026. Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, resmi mengumumkan rencana pembangunan dua Unit Sekolah Baru (USB) untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang akan difokuskan di Kecamatan Majalaya dan Kecamatan Jayakerta.
Langkah strategis ini diambil sebagai solusi permanen untuk mengurangi kepadatan siswa di sekolah negeri serta memperpendek jarak akses pendidikan bagi masyarakat di wilayah tersebut.
Fokus Pengamanan Lahan Fasos-Fasum
Bupati Aep menjelaskan, tahun 2026 ini akan difokuskan pada proses legalitas dan pengurusan lahan. Lahan yang akan digunakan rencananya memanfaatkan tanah Fasilitas Sosial dan Fasilitas Umum (fasos-fasum) dari kawasan perumahan setempat.
“Saya sudah instruksikan bagian aset agar perumahan segera menyerahkan lahan tersebut ke pemda. Surat-suratnya kita urus tahun ini, agar pembangunan fisik bisa segera direalisasikan,” ujar Bupati Aep usai meninjau rehabilitasi SDN Dawuan Tengah I, Minggu (18/1/2026).
Meski terdapat pemotongan dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pusat sebesar Rp700 miliar, Bupati menegaskan pembangunan USB tetap menjadi prioritas yang dilakukan secara bertahap, termasuk rencana perluasan ke Kecamatan Purwasari pada 2027.
Anggaran Rp91 Miliar: Dapil II Jadi Prioritas Rehabilitasi
Selain pembangunan sekolah baru, Pemkab Karawang mengalokasikan anggaran fantastis sebesar Rp91 miliar untuk rehabilitasi ruang kelas rusak dan penyediaan fasilitas penunjang pendidikan lainnya di tahun anggaran 2026.
Kepala Disdikbud Karawang, Wawan Setiawan Natakusumah, merinci bahwa sekitar 70 persen anggaran tersebut akan difokuskan ke wilayah Dapil II yang meliputi Kecamatan Rengasdengklok, Kutawaluya, Rawamerta, Jayakerta, dan Cilebar.
“Sesuai arahan Pak Bupati, pola penanganan dilakukan per dapil secara bertahap. Tahun ini prioritas di Dapil II karena kondisinya paling membutuhkan. Sisanya sekitar Rp27 miliar kami sebar merata ke dapil lainnya,” jelas Wawan.
Target: Karawang Bebas Sekolah Rusak dalam 5 Tahun
Pola penanganan berbasis dapil ini diharapkan mampu menuntaskan masalah infrastruktur pendidikan secara tuntas dan berkualitas. Wawan menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan Bupati Aep dan Wabup Maslani, target utamanya adalah memastikan tidak ada lagi gedung sekolah yang rusak di seluruh wilayah Karawang dalam lima tahun ke depan.
“Tahun sebelumnya Dapil III sudah kita tangani, tahun ini Dapil II, berikutnya ke Dapil IV dan seterusnya. Kita ingin semua tuntas secara bertahap namun pasti,” pungkasnya.












