BETUN, MALAKA — Turnamen bergengsi IKS Cup Malaka Perdana resmi dibuka dengan meriah di Aula SMPN Tabene pada Selasa (13/1/2026). Perhelatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi bela diri, tetapi juga momentum penting konsolidasi persaudaraan yang mempertemukan berbagai elemen lintas sektor di Kabupaten Malaka, NTT.
Acara pembukaan ini dihadiri oleh jajaran pejabat daerah, tokoh legislatif, aparat keamanan, hingga organisasi kemahasiswaan, yang menunjukkan dukungan penuh terhadap pengembangan bakat generasi muda.
Dihadiri Tokoh Penting dan Organisasi Cipayung
Kehadiran sejumlah tokoh berpengaruh menjadi bukti besarnya atensi terhadap turnamen ini. Tampak hadir di barisan undangan kehormatan:
-
Kapolres Malaka dan perwakilan Kesbangpol Malaka.
-
Randi Durhaman (Anggota DPRD Provinsi NTT) dan Merry Kain (Anggota DPRD Malaka).
-
Frans Meo (Sesepuh/Tokoh Masyarakat Malaka) dan Randy Berek (Penasehat Cabang Dewan Alas).
-
Perwakilan KPU Malaka, Tokoh Agama, serta jajaran organisasi mahasiswa Cipayung (PMKRI, GMNI, dan GMKI).
Antusiasme peserta terlihat dari kehadiran 12 kontingen yang mewakili seluruh kecamatan di Kabupaten Malaka. Semangat sportivitas semakin terasa dengan hadirnya rekan-rekan dari perguruan silat Perisai Diri sebagai bentuk solidaritas antar-perguruan.
Fokus pada Kualitas dan Profesionalisme
Untuk menjamin kualitas pertandingan, panitia mempercayakan posisi wasit dan juri kepada tenaga profesional dari IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) Malaka. Pada edisi perdana ini, kategori yang diperlombakan difokuskan pada jenis Fighting di atas gelanggang.
“Olahraga adalah bahasa pemersatu. Kehadiran tokoh dari kepolisian hingga legislatif menunjukkan komitmen bersama untuk menjadikan turnamen ini sebagai motor penggerak perdamaian di daerah perbatasan,” ujar salah satu panitia pelaksana.
Visi IKS Malaka: Modern, Legal, dan Dicintai Rakyat
Ketua IKS.PI Kera Sakti Cabang Malaka, N. Wilfridus Tae Bria, SE., MM, melalui pesan tertulis menegaskan arah baru organisasi. Dengan telah dikantonginya Surat Keterangan Terdaftar (SKT) dari Kesbangpol, IKS Malaka siap menjadi mitra strategis pemerintah.
“IKS PI Kera Sakti di Malaka harus menjadi wadah nation and character building. Kita membentuk kader yang disiplin, santun, dan selalu menjaga Kamtibmas sesuai semboyan kita: ‘Hamutuk Ita Bele’ (Bersama Kita Bisa),” tegas Wilfridus.
Turnamen ini diharapkan tidak hanya melahirkan atlet yang tangguh secara fisik, tetapi juga rimbawan bela diri yang memiliki mentalitas juara serta rendah hati untuk mengharumkan nama Kabupaten Malaka di kancah yang lebih luas.













