Program Interkoneksi Wisata Religi Jombang Tambah Destinasi Pendopo Kabupaten, Digandrungi Pelajar dan Jamaah Pengajian

JOMBANG — Program Interkoneksi Wisata Religi yang diselenggarakan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Jombang memasuki bulan-bulan akhir pelaksanaan di tahun 2025. Pada Sabtu (22/11/2025), program ini melibatkan peserta dari siswa SMP YPM Mojowarno dan PR Muslimat Menganto Kecamatan Ngoro.

Hal baru dalam perjalanan kali ini adalah penambahan destinasi ke Pendopo Kabupaten Jombang.

Kepala Disporapar menyatakan bahwa penambahan Pendopo Kabupaten sebagai destinasi wisata merupakan realisasi dari program “Pendopo Milik Rakyat, Abah untuk Semua” yang digagas oleh Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Jombang.

Rute Perjalanan dan Antusiasme Peserta

Peserta, yang dijemput menggunakan fasilitas bus dari Disporapar Jombang, memulai perjalanan dari Kawasan Wisata Religi Gus Dur (KWRG) karena lokasinya yang terdekat dengan titik penjemputan.

Setelah berziarah di makam Masyayikh PP. Tebuireng dan berbelanja di Pasar Wisata KWRG, 120 siswa SMP dan 70 jamaah Muslimat melanjutkan perjalanan ke Pendopo Kabupaten. Di sana, peserta dipandu oleh Guk Yuk Jombang untuk mengenal bupati dan wakil bupati Jombang dari masa ke masa, hingga berkeliling area pendopo dan rumah dinas bupati.

Antusiasme peserta pelajar terlihat tinggi. Salah satu siswa saat sesi tanya jawab mengungkapkan kegembiraannya.

“Saya senang bisa tahu pendopo, soalnya tahunya cuma dari TikTok,” ucap salah satu siswa kepada Guk Yuk Jombang.

Setelah dari pendopo, perjalanan dibagi dua:

  1. Jamaah Muslimat: Melanjutkan kunjungan ke Makam KH. A. Wahab Hasbullah.

  2. Siswa YPM Mojowarno: Melanjutkan kunjungan ke destinasi wisata Petirtaan Sumberbeji di Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro.

Antusiasme jamaah Muslimat tetap tinggi meskipun cuaca sore hari cenderung turun hujan, terutama karena banyak peserta yang belum pernah mengunjungi Makam Mbah Buyut Sona dan Makam Mbah Sayyid Sulaiman. Kedua makam ini diketahui telah ramai dikunjungi wisatawan luar kota dan diperkirakan sudah eksis sejak zaman Wali Songo.

Disporapar Jombang berharap program interkoneksi wisata religi ini tetap diminati oleh masyarakat pada tahun 2026 dan dapat menambah nilai positif dalam survei kepuasan pelayanan Pemerintah Kabupaten Jombang.

Penulis: AYLA ROHMA, S.Kom.Editor: SNF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *