Museum Wayang Potehi, Wujud Nyata Pelestarian Budaya Tionghoa di Jombang Jawa Timur

Foto: Toni Harsono (kiri) Pendiri Museum Potehi Gudo.
Foto: Toni Harsono (kiri) Pendiri Museum Potehi Gudo.

Berada pada satu kawasan dengan Klenteng Hong San Kiong di Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang, Museum Wayang Potehi milik Toni Harsono yang didirikan pada tahun 2017 ini menyimpan sejarah budaya Tionghoa di Jombang.

Foto: Wayang potehi yang dimainkan saat pementasan.
Foto: Wayang potehi yang dimainkan saat pementasan.

Wayang potehi sendiri merupakan seni pertunjukan yang menggunakan wayang dengan bahan kayu pada bagian kepala dan kain sebagai baju dari wayang tersebut. Kesenian tradisional dari Tionghoa ini telah berkembang selama 3.000 tahun lalu sejak Dinasti Jin (265-420 M).

Merunut asal muasalnya, potehi tersusun dari akar kata ‘pou’ (kain), ‘te’ (kantong) dan ‘hi’ (wayang). Mendiang kakek Toni Harsono, Tok Su Kwi adalah dalang wayang potehi asal Tiongkok tepatnya dari Kota Coan Ciu, Provinsi Hokkian yang berlayar hingga tiba di Indonesia pada tahun 1920. Saat berpindah negara itulah Tok Su Kwi membawa serta wayang potehi.

Pementasan wayang potehi dapat dilakukan minimal ada 5 pemain dimana formasinya terdiri dari 1 dalang, 1 asisten dalang dan 3 pemain musik.

Foto: Pewarnaan kepala wayang potehi sesuai karakter.
Foto: Pewarnaan kepala wayang potehi sesuai karakter.

Selain memajang wayang potehi yang sudah jadi, Toni Harsono juga melakukan pendampingan produksi pembuatan wayang potehi di Museum Wayang Potehi Gudo.

Pementasan wayang potehi dilakukan setiap hari sekitar pukul 19.00 WIB di halaman Klenteng Hong San Kiong Gudo sebagai upaya untuk pelestarian kesenian ini.

Foto: Kegiatan tim wayang potehi Gudo Go International.
Foto: Kegiatan tim wayang potehi Gudo Go International.

Tercatat pementasan wayang potehi yang dipimpin oleh Toni Harsono ini sudah merambah hingga kancah internasional. Terbukti dengan diundangnya tim wayang potehi Gudo untuk tampil di kantor UNESCO pada Juni 2024 lalu.

Penulis: AYLA ROHMA, S.Kom.Editor: SNF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *