132 Pemuda Gresik Dilantik Menjadi Pengurus BPC HIPMI dengan Tema Siap Mengawal Dunia Industri dan Dunia Usaha

Foto: Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani baris depan tengah sedang berpose setelah menyelesaikan penandatanganan SK.
Foto: Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani baris depan tengah sedang berpose setelah menyelesaikan penandatanganan SK.

Gresik – Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Gresik resmi dilantik untuk periode 2024 – 2027 bertempat di Hotel Aston Gresik itu membawa misi program atasi pengangguran, pada Minggu (28/7/2024).

Sebelum acara pelantikan dimulai anggota HIPMI melakukan rapat kerja terlebih dulu sekaligus penyampaian program tiap-tiap bidang yang berjumlah 12 bidang kerja, setelah itu pemberian motivasi yang disampaikan oleh narasumber, yang pertama disampaikan oleh mantum sekaligus sebagai pembina HIPMI, Dimas Setio Wicaksono, beliau menyampaikan, “Bahwa HIPMI itu bukan berjuang untuk diri sendiri melainkan untuk masyarakat pada umumnya,” pungkasnya.

Sedangkan materi kedua oleh Wakil BPD HIPMI Jawa Timur, Ahmad Salim Assegaf yang menyampaikan, “HIPMI tempat terbaik untuk belajar, akan tetapi tergantung niatnya. Niatkan bahwa HIPMI tempatnya networking yang sangat baik. HIPMI organisasi yang kaderisasi makanya maksimal 41 tahun tidak boleh lebih dari satu haripun. Jabatan Ketua maksimal hanya 1 kali periode, pesan saya terakhir buatlah program yang bisa membawa manfaat untuk anggota HIPMI, masyarakat sekitar, pemerintah daerah dan pada umumnya Indonesia,” ujarnya.

Ketua BPC HIPMI Gresik Nur Rahmad Yani Hidayatullah (panggilan Yayan) mengatakan, “Kami akan berkolaborasi dengan banyak stakeholder baik itu dari pemerintahan maupun perusahaan untuk mengatasi pengangguran, mengajari anak-anak muda Gresik berwirausaha, dan memberikan pendampingan keterampilan DIDU (Dunia Industri Dunia Usaha),” katanya.

Acara pelantikan dihadiri juga oleh Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani menambahkan, “Fokus utama adalah penyerapan tenaga kerja. Apalagi di kawasan ekonomi khusus (KEK) Gresik jadi perhatian investasi dunia, maka anak muda Gresik yang tidak memiliki keterampilan jangan berharap banyak,” jelasnya.

“Adapun peraturan daerah dan peraturan Bupati dalam penyerapan tenaga kerja lokal solusi mengentaskan pengangguran sudah disiapkan dalam waktu dekat ini. Akan tetapi jangan terlalu menggantungkan peraturan itu tapi asahlah ketrampilan kerja sebaik mungkin, dan solusi terakhir adalah mencetak kader-kader pengusaha. Jangan bermimpi jadi pegawai, kita harus mencetak pengusaha sebanyak mungkin dari berbagai bidang dan mendorong kolaborasi,” tegas Gus Yani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *