KNP atau Koalisi Non Parlemen Jombang adakan Forum Group Discussion bertajuk “NGOBAR” Ngobrol Bareng dengan menghadrikan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati yang dipertemukan secara langsung dengan aliansi masyarakat sebagai undangannya.

Salah satu tujuannya adalah untuk mengobati sedikit rasa penasaran masyarakat Kabupaten Jombang akan siapakah calon Bupati dan Wakil Bupati – nya dan bagaimanakah pemikirannya untuk membangun Jombang dalam masa kepemimpinannya mendatang.
Bertempat di Meeting Room I UNIPDU Jombang (12/7/2024) KNP hadirkan mereka untuk berdialog langsung dengan aliansi masyarakat.
Dihadiri oleh KH. Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans) sebagai tuan rumah, Sumrambah, S.T., dan Pj. Bupati Sugiat, S.Sos. M.Psi. T. sebagai pembuka diskusi dan pemateri.
Program acara ini sangat dibutuhkan dalam perjalanan politik calon pemimpin Jombang dikarenakan masyarakat dibuat penasaran dengan ketidakpastian siapakah calon pemimpinnya, sehingga mereka juga mencari informasi mengenai profil dan peta berfikir para calon tersebut.
Masyarakat Jombang tidak mau lagi salah memilih, mereka berharap di era teknologi dan globalisasi Bupati dan wakilnya yang memimpin Jombang nanti bisa memberi perubahan atas kebijakan yang dikeluarkannya untuk Jombang yang lebih cerdas, tertata, dan bermartabat.

Pj. Sugiat membuka dengan menceritakan perjalanan karier dan langkah politiknya hingga dia dipilih untuk ditugaskan sebagai Pj. Bupati di Kabupaten Jombang. “Putra Daerah dipulang kampungkan untuk memperbaiki dan menata tanah kelahirannya,” tegasnya dengan tersenyum.
Disambung dengan Gus Hans yang berbicara tentang sepak terjangnya dalam pembinaan dan penanggulangan penyalahgunaan NARKOBA. Satu permasalahan yang tidak pernah selesai bahkan semakin meluas di kalangan masyarakat dan diindikasi sebagai perusak generasi muda bangsa.
Gus Hans berencana untuk memberi pemahaman tujuan NARKOBA diproduksi dan resiko penyalahgunaannya juga bagaimana memperbaikinya.

Berbeda dengan Sumrambah, calon Bupati dan atau Wakil Bupati Sarjana Teknik lulusan Brawijaya ini, dia membicarakan permasalahan yang mendasar dari segala permasalahan yang ada dalam kehidupan dan juga pemerintahan, yaitu pertanian.
Menurutnya, permasalahan yang harus diantisipasi pada masa mendatang adalah tidak ada anak yang memiliki keinginan untuk menjadi petani, maka kesejahteraan petani haruslah ditata regulasinya dengan benar karena ketersediaan pangan ini penyebab utama dari kekacauan kehidupan manusia di dunia.
“Disaat negara lain sudah menata dan menjamin ketersediaan pangan tapi di kita malah menjadikan sumber pangan ini sebagai permainan politik dalam kebijakannya, selain pendidikan dan kesehatan,” tegas mantan Wakil Bupati periode sebelumnya ini.
Pasca ngobrol dan diskusi bareng, masyarakat yang hadir sebagai undangan pun semakin mantab dengan pilihannya dan bagaimana penilaian untuk para Calon Bupati dan Wakil Bupati ini. Mereka menyimpulkan dari paparan wawasan dan cara menjawab persoalan yang ditanyakan.
Lantas kemudian bagaimana dengan anda para pembaca salamolahraga.com?













