Suasana pagi di Desa Konga, Larantuka, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendadak gempar pada Senin (1/4/2025). Warga pengungsi yang mendiami rumah hunian sementara (huntara) dikejutkan dengan penemuan benda yang diduga granat atau bom peninggalan perang di dalam lubang WC salah satu rumah.
Kejadian bermula ketika seorang warga pengungsi, Om Zuro, menggali di sekitar lubang WC rumahnya. Tiba-tiba, terdengar ledakan kecil menyerupai suara petasan. Penyelidikan lebih lanjut mengungkap keberadaan benda mencurigakan yang diduga merupakan amunisi atau granat peninggalan masa pendudukan Jepang (1942–1945).
Penemuan ini langsung menghebohkan warga sekitar yang segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib. Tim Penjinak Bom (Jihandak) pun diterjunkan ke lokasi untuk mengamankan benda tersebut. Proses evakuasi dan penjinakan granat dilakukan dengan hati-hati guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Barang peninggalan perang tersebut kini telah diamankan dan sedang dalam proses penyelidikan lebih lanjut. Pihak TNI/Polri mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik, serta segera melaporkan jika menemukan benda mencurigakan lainnya.
Penemuan granat ini menjadi pengingat akan sejarah kelam masa pendudukan Jepang di Indonesia. Meskipun telah puluhan tahun berlalu, peninggalan perang seperti ini masih dapat ditemukan dan berpotensi membahayakan. Kejadian ini juga menyoroti pentingnya kewaspadaan serta tindakan pencegahan dalam menangani benda-benda berbahaya dari masa lalu. Pihak berwajib akan terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada benda berbahaya lainnya yang tertinggal.












