Tingkatkan Standar Gizi, Satuan Pelayanan Kauman Srengat Ikuti Bimtek Keamanan Pangan di Dinas Pendidikan Blitar

BLITAR — Upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat terus diperkuat di wilayah Kabupaten Blitar. Sejumlah peserta yang tergabung dalam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kauman, Kecamatan Srengat, mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Keamanan Pangan Siap Saji yang digelar di Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Senin (19/1/2026).

Kegiatan ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam memastikan setiap asupan pangan yang dikelola oleh SPPG memenuhi standar kesehatan dan higienitas yang ketat.

Fokus pada Higienitas dan Prosedur Sanitasi

Bimtek ini dirancang khusus untuk meningkatkan kapasitas para penjamah pangan dan pengelola SPPG. Peserta dibekali pemahaman mendalam mengenai pentingnya higienitas personal, kebersihan lingkungan kerja, hingga prosedur penyajian pangan yang aman.

Materi yang disampaikan mencakup aspek krusial dalam rantai produksi pangan, mulai dari pengelolaan bahan makanan mentah, teknik penyimpanan, hingga upaya pencegahan risiko kontaminasi silang yang sering menjadi penyebab masalah kesehatan.

Diskusi Interaktif dan Solusi Lapangan

Sepanjang pelatihan, suasana berlangsung interaktif. Para peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga terlibat dalam diskusi mengenai permasalahan nyata yang sering dihadapi saat mengelola makanan di lapangan.

Fokus utama bimbingan ini adalah memastikan setiap personel memiliki kesadaran tinggi bahwa keamanan pangan merupakan bagian vital dari pelayanan publik yang berkualitas.

Komitmen Menuju Masyarakat Sehat

Peserta dari SPPG Kauman RT/RW 002/001 menyatakan bahwa pengetahuan baru ini sangat aplikatif untuk diterapkan dalam aktivitas sehari-hari. Diharapkan, pasca-bimtek ini, kualitas layanan pangan di Kecamatan Srengat dapat meningkat secara signifikan.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan instansi terkait, Kabupaten Blitar terus berkomitmen untuk mewujudkan masyarakat yang sehat dan terlindungi dari risiko pangan yang tidak aman, sejalan dengan program nasional pemenuhan gizi berkualitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *