Satu Abad NU: Unwaha Jombang Launching Transformasi Tradisi Pesantren Gen-Z, Wajib Bersarung Setiap Tanggal 17

JOMBANG — Bertepatan dengan momentum bersejarah Satu Abad Nahdlatul Ulama (1926–2026), Universitas KH. Abdul Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang meluncurkan program inovatif bertajuk “Transformasi Tradisi Pesantren Bagi Gen-Z”, Sabtu (17/1/2026).

Program ini dirancang untuk mempertegas identitas Unwaha sebagai Perguruan Tinggi Pesantren yang adaptif, berkarakter, dan berdaya saing global di tengah gempuran tren modernisasi.

Sinergi Karakter: Uniform Sarung Khas ‘Mbah Wahab’

Ketua Pembina YPT Bahrul Ulum Tambakberas, Dr. KH. Moh. Hasib Wahab (Gus Hasib), menjelaskan bahwa program ini merupakan sinergi jiwa pesantren untuk memperkuat karakter NU di lingkungan kampus. Salah satu kebijakan mencolok adalah penetapan seragam khusus setiap tanggal 17.

“Mulai hari ini, setiap tanggal 17 setiap bulannya, mahasiswa laki-laki wajib mengenakan baju putih dan sarung bermotif kotak-kotak, sebagaimana sarung yang identik dengan KH. Wahab Hasbullah (Mbah Wahab),” tegas Gus Hasib.

Untuk mahasiswi, kebijakan serupa berlaku dengan atasan baju putih dan kerudung non-hitam. “Warna hitam identik dengan suasana berkabung, jadi kami arahkan memakai warna lain atau motif kotak-kotak yang senada,” tambahnya.

Guna mendukung program ini, Unwaha berencana menggandeng produsen sarung ternama seperti Wadimor dan Gajah Duduk untuk menyediakan uniform resmi kampus.

Ketegasan Implementasi dan Tata Kelola Kampus

Dukungan penuh datang dari Ketua Yayasan YPT Bahrul Ulum, Hj. Hizbiyah Rochim Wahab, M.A. Ia meminta pihak rektorat untuk disiplin dalam menjalankan aturan baru ini. “Rektor harus tegas. Bagi yang tidak bersarung pada tanggal tersebut, dilarang masuk. Ini demi membangun identitas visual dan mental yang kuat bagi Unwaha,” tegasnya.

Di sisi lain, Rektor Unwaha Jombang, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng, memandang transformasi ini sebagai bentuk integrasi antara dimensi spiritual dan akademik. Pakar biotechnology ini menilai Gen-Z perlu memiliki akar budaya yang kuat agar tidak tergerus zaman.

“Inisiatif ini selaras dengan penguatan tata kelola universitas yang akuntabel. Kehadiran Senat Universitas yang baru saja dilantik akan menjadi pilar strategis dalam menjaga arah kebijakan akademik dan mutu Tridarma Perguruan Tinggi yang berlandaskan nilai keislaman,” ujar Prof. Gatot.

Kado Satu Abad NU dan Prestasi Alumni

Momen peluncuran ini terasa kian istimewa karena berlangsung di bulan kelahiran Nahdlatul Ulama. Gus Hasib mencatat, hingga saat ini Unwaha telah melahirkan banyak tokoh hebat yang merupakan alumni asli Tambakberas.

Acara yang diakhiri dengan pengajian Isra Mikraj oleh KH. Khoiril Anam ini diharapkan menjadi titik balik bagi Unwaha Jombang untuk terus melahirkan generasi akademisi yang berilmu, beradab, dan setia pada nilai Ahluhsunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *