Sambut Haji 2026, Garuda Indonesia Teken Kontrak 3 Tahun dan Siapkan 15 Pesawat Berbadan Lebar

JAKARTA — Maskapai nasional Garuda Indonesia resmi menandatangani perjanjian kerja sama penyelenggaraan transportasi udara haji untuk periode 1447–1449 Hijriah (2026–2028). Penandatanganan kontrak jangka menengah ini dilakukan oleh Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, dan Dirjen Penyelenggaraan Haji, Ian Heriyawan, di Gedung Kementerian Haji dan Umrah RI, Rabu (17/12/2025). Langkah ini merupakan strategi Pemerintah untuk memastikan kesiapan operasional yang lebih terencana, termasuk upaya efisiensi biaya haji sesuai arahan Presiden RI.

Proyeksi Operasional Haji 2026

Pada musim haji tahun 2026, Garuda Indonesia dijadwalkan melayani 102.502 jemaah yang terbagi dalam 276 kelompok terbang (kloter) dari 10 embarkasi di seluruh Indonesia.

  • 10 Embarkasi: Banda Aceh, Medan, Padang, Jakarta (Banten & Pondok Gede), Solo, Yogyakarta, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar, dan Lombok.

  • Armada: Menyiapkan 15 pesawat berbadan lebar (wide-body).

  • Fokus Layanan: Prioritas pada aspek keselamatan, keamanan, serta kenyamanan jemaah lansia.

Jadwal Penerbangan Haji 2026

Garuda Indonesia telah menetapkan jadwal fase keberangkatan dan kepulangan sebagai berikut:

Fase Rute Tanggal Pelaksanaan
Keberangkatan I Menuju Madinah 22 April – 6 Mei 2026
Keberangkatan II Menuju Jeddah 7 Mei – 21 Mei 2026
Kepulangan I Dari Jeddah 1 Juni – 15 Juni 2026
Kepulangan II Dari Madinah 16 Juni – 30 Juni 2026

Efisiensi Biaya dan Kualitas Layanan

Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf Hasyim, memberikan apresiasi kepada Garuda Indonesia atas komitmen menurunkan tarif penerbangan pada musim haji kali ini.

“Apresiasi atas upaya efisiensi biaya haji melalui penurunan tarif penerbangan. Kami berharap kualitas layanan tetap terjaga karena komponen penerbangan memiliki kontribusi signifikan terhadap total biaya haji,” ungkap Irfan.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, menambahkan bahwa penandatanganan lebih awal ini memungkinkan maskapai melakukan persiapan teknis lebih matang, mulai dari optimalisasi armada hingga kesiapan kru kabin, demi memberikan pelayanan terbaik bagi “tamu-tamu Allah”.

Penulis: JULIARDIEditor: SNF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *