TANJUNGPINANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bintan melakukan kunjungan studi banding ke RSUD Kota Tanjungpinang. Rombongan yang dipimpin langsung oleh Direktur RSUD Kabupaten Bintan, drg. Toni Masruri, Sp.PM, diterima oleh Plt. Direktur RSUD Kota Tanjungpinang, Dedy Arman, S.E., M.Ak, bersama beberapa pejabat terkait di ruang pertemuan Lantai 2 IGD RSUD Kota Tanjungpinang, Rabu (3/12/2025).
Tujuan utama dari kunjungan ini adalah untuk menggali wawasan baru, pertukaran pengetahuan, dan pembelajaran dari praktik terbaik (best practice) dalam bidang pelayanan kesehatan dan sistem rumah sakit.
Menurut Plt. Direktur RSUD Kota Tanjungpinang, Dedy Arman, kunjungan ini tidak hanya sebagai upaya peningkatan kualitas layanan, tetapi juga memperkuat silaturahmi serta kolaborasi antar-lembaga kesehatan.
“Kegiatan ini bertujuan untuk menggali wawasan baru, pertukaran pengetahuan, dan pembelajaran dari praktik terbaik dalam bidang pelayanan kesehatan dan sistem rumah sakit,” pungkas Dedy Arman.
Fokus Utama Pembahasan: Jasa Pelayanan dan Klaim JKN
Meskipun kunjungan bertujuan untuk referensi peraturan bupati Bintan terkait sistem rumah sakit (SIM RS) dan pembahasan klaim Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), diskusi paling banyak berfokus pada perhitungan pembagian Jasa Pelayanan (JasPel) RSUD.
Topik-topik yang dibahas meliputi:
| Topik Utama | Fokus Pembahasan |
| Pola Perhitungan Jasa Pelayanan | Formula perhitungan JasPel untuk berbagai jenis tenaga kesehatan (dokter, perawat) dan tenaga non-kesehatan. |
| Kebijakan Internal | Indikator yang digunakan untuk menilai jasa pelayanan tidak langsung (non-medis) dan kebijakan internal yang berlaku. |
| Pengelolaan Keuangan | Aspek akuntabilitas dalam pengelolaan dan pertanggungjawaban JasPel. |
| Unit Pelayanan | Tinjauan Unit Public Service Center (PSC) di IGD, Ruang Casemix (untuk sistem pembiayaan dan klaim), Ruang Perawatan, Area Cath Lab, dan Ruang Onkologi. |
Diharapkan, hasil studi banding ini dapat membantu RSUD Kabupaten Bintan dalam penyempurnaan metode pembagian JasPel yang selama ini diterapkan, sehingga dapat memberikan rasa keadilan sesuai dengan beban dan tanggung jawab yang dimiliki setiap tenaga kesehatan.
Kunjungan ini diharapkan menjadi momentum bagi kedua belah pihak untuk saling bertukar pengalaman dan mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan secara merata di wilayah Kepulauan Riau.












