Kades Tenggor Pertaruhkan Jabatan, Tuntut Polres Gresik Tindak Tegas Oknum Polisi Penganiaya Warga

GRESIK — Ratusan warga Desa Tenggor memadati halaman Mapolres Gresik pada Rabu (3/9/2026) malam. Aksi solidaritas ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa (Kades) Tenggor yang memilih mempertaruhkan jabatannya demi membela dua pemuda warganya yang menjadi korban penganiayaan akibat dugaan salah tangkap oleh oknum kepolisian.

Di tengah kerumunan massa, Kades Tenggor tampak berdiri di barisan paling depan, berdialog langsung dengan jajaran kepolisian guna menuntut keadilan.

Tolak Damai, Warga Desak Sanksi Pemecatan atau Mutasi

Berdasarkan informasi di lapangan, insiden bermula dari upaya penangkapan yang diduga keliru oleh oknum anggota polisi. Dalam proses tersebut, dua pemuda asal Desa Tenggor dikabarkan menjadi korban kekerasan. Merasa warganya dizalimi, Kades Tenggor tampil sebagai garda terdepan untuk mengawal kasus ini agar diproses tuntas secara hukum.

“Saya siap menerima risiko, termasuk mempertaruhkan jabatan saya sebagai Kepala Desa Tenggor. Oknum polisi yang mencederai hati masyarakat harus ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku. Kami tidak akan diam melihat ada masyarakat yang dizalimi karena salah tangkap,” tegas Kades Tenggor di hadapan warga dan petugas kepolisian.

Massa yang hadir menyatakan penolakan keras terhadap opsi damai. Warga menuntut agar proses hukum berjalan transparan dan memberikan sanksi seberat-beratnya bagi oknum yang terbukti menyalahgunakan wewenang.

“Penegak hukum yang tidak paham hukum, asal jotos (pukul wajah), dan memborgol tanpa bukti adalah bentuk penyalahgunaan wewenang dan harus disanksi berat, apalagi korbannya anak-anak usia belia,” ungkap salah satu warga dengan nada kecewa di lokasi kejadian.

Warga mendesak agar oknum polisi tersebut dipecat atau setidaknya diberi sanksi mutasi ke daerah terpencil di luar Pulau Jawa sebagai efek jera.

“Kedaulatan hukum ada di tangan rakyat, dan masyarakat Desa Tenggor akan melawan oknum-oknum polisi yang melakukan tindakan kesewenang-wenangan, penganiayaan, serta provokasi,” tambah perwakilan warga.

Menunggu Langkah Tegas Polres Gresik

Kedatangan massa ini merupakan bentuk desakan agar institusi kepolisian segera menindak oknum yang terlibat, memulihkan trauma korban, serta memberikan jaminan dan permohonan maaf terbuka agar insiden serupa tidak terulang di kemudian hari.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Gresik belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penanganan kasus maupun sanksi internal terhadap oknum yang diduga melakukan penganiayaan.

Meski diwarnai ketegangan, aksi solidaritas di Mapolres Gresik tersebut berlangsung kondusif dengan pengawalan ketat aparat. Warga akhirnya membubarkan diri dengan tertib setelah perwakilan mereka diterima untuk melakukan audiensi.

Sikap tegas dan keberanian Kades Tenggor yang rela pasang badan berhadapan dengan oknum institusi demi warganya kini memanen dukungan luas dan menjadi sorotan utama publik di Kabupaten Gresik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *