JOMBANG – Tradisi adat yang dikemas dengan kemeriahan modern kembali memukau warga Jombang. Sedekah Bumi Dusun Gotan, Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang sukses digelar dengan penuh khidmat dan meriah pada Sabtu sore (19/9/2026).
Acara budaya tahunan yang menjadi wujud syukur atas limpahan hasil bumi ini dimulai tepat pukul 16.00 WIB. Meski digelar sore hari, antusiasme warga untuk menyaksikan arak-arakan sudah terlihat sejak siang.
Angkat Tema Semarak Budaya Dalam Gemilang Nusantara
Acara sakral nan meriah ini dipimpin langsung oleh Lurah Desa Jatigedong, Siti Junaidah. Dengan mengusung tema “Semarak Budaya Dalam Gemilang Nusantara”, Sedekah Bumi kali ini menjadi simbol kuatnya pelestarian budaya lokal di tengah gempuran zaman modern.
Dalam sambutannya, Lurah Siti Junaidah menyampaikan makna mendalam dari tradisi Sedekah Bumi.
“Sedekah Bumi ini adalah warisan leluhur kita yang wajib kita jaga. Ini adalah bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT atas rezeki, kesuburan tanah, dan keselamatan yang diberikan kepada warga Dusun Gotan khususnya dan Desa Jatigedong pada umumnya. Dengan tema Semarak Budaya Dalam Gemilang Nusantara, kita ingin menunjukkan bahwa dari dusun kecil seperti Gotan, kita ikut menjaga kebinekaan dan kegemilangan budaya Indonesia,” tutur Lurah Siti Junaidah dengan penuh haru.
Gunungan hingga Tumpeng Raksasa
Sebanyak 6 peserta tampil menjadi pusat perhatian. Mereka menampilkan berbagai kreasi gunungan hasil bumi, tumpeng raksasa, serta kesenian tradisional yang menggambarkan kemakmuran Desa Jatigedong.
Keenam peserta tersebut diiringi sound horeg yang menggelegar, menambah semangat dan kemeriahan arak-arakan yang melintasi rute utama Dusun Gotan. Dentuman sound yang menggetarkan dada berpadu sempurna dengan keindahan budaya yang ditampilkan.
Pengamanan Ketat Polsek Ploso
Untuk memastikan acara berjalan aman dan kondusif, pengamanan penuh dilakukan oleh jajaran Polsek Ploso di bawah pimpinan Kapolsek Kompol Achmad Chairuddin, S.Pd., M.H.
“Kami dari Polsek Ploso sangat mendukung kegiatan positif seperti Sedekah Bumi ini. Ini adalah kegiatan budaya yang mempersatukan warga. Kami turunkan personel untuk mengawal jalannya acara agar tetap aman, tertib, dan lancar dari awal hingga akhir. Alhamdulillah, semua berjalan kondusif dan warga sangat tertib,” tegas Kompol Achmad Chairuddin saat ditemui di lokasi.
Acara semakin bermakna dengan doa bersama yang dipanjatkan oleh sesepuh dusun sebagai puncak dari prosesi Sedekah Bumi. Warga berebut gunungan hasil bumi yang telah didoakan, dengan harapan membawa berkah dan kelimpahan rezeki di tahun mendatang.
Warga Berharap Semakin Makmur
Salah seorang warga Dusun Gotan, Parno (55), mengaku bangga tradisi ini terus dilestarikan.
“Senang sekali, Lurah Siti Junaidah ini luar biasa, bisa membuat Sedekah Bumi tahun ini lebih meriah dari tahun lalu. Ada sound horegnya jadi anak-anak muda juga senang ikut. Semoga tahun depan Dusun Gotan semakin makmur,” ujarnya.
Dengan berakhirnya acara, Sedekah Bumi Dusun Gotan tahun 2026 ini meninggalkan kesan mendalam. Bukan hanya sekadar pesta rakyat, namun menjadi pengingat akan pentingnya rasa syukur, gotong royong, dan cinta terhadap budaya Nusantara.















