TIMOR TENGAH SELATAN — Pembangunan jalan usaha tani di Dusun IV, Desa Tuapakas, Kecamatan Kualin, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) yang sempat terhenti akibat selisih paham antara warga dan keluarga Taneo akhirnya menemui titik terang. Proyek vital untuk akses pertanian ini resmi dilanjutkan setelah melalui proses mediasi yang difasilitasi oleh Kapolsek Kualin, IPDA Dignasius M.W Aoliso, S.H., atau yang akrab disapa “Diknas”.
Proses mediasi yang mengedepankan pendekatan kekeluargaan tersebut berlangsung pada Kamis (3/9/2026). Turut hadir dalam pertemuan itu Camat Kualin Welhemus Nabunome, Sekcam Kualin Daniel Liu, S.T., Penjabat Kepala Desa Tuapakas Yafet Upu, tokoh masyarakat, serta keluarga Taneo. Kehadiran para pemangku kepentingan ini sukses memecah kebuntuan komunikasi yang sempat menghambat jalannya pembangunan.
Ajak Warga Buka Hati demi Pembangunan Kampung
Dalam arahannya, Kapolsek Diknas memberikan pesan yang menyentuh hati. Ia mengajak seluruh pihak untuk menanggalkan ego masing-masing demi kepentingan bersama.
“Tidak ada satu persoalan yang tidak ada jalan keluar, kalau kita mau menyelesaikannya dengan kepala dingin. Mari kita buka hati untuk sama-sama membangun kampung,” ujar Diknas.
Ia juga menegaskan bahwa kemajuan sebuah desa sangat bergantung pada inisiatif dan kemauan masyarakatnya sendiri, bukan sekadar menunggu uluran tangan dari pihak luar.
“Kalau bukan kita yang membangun, siapa yang mau bangun kampung kita? Tidak mungkin orang dari jauh datang membangun kampung kita. Kita sendiri yang melihat kekurangan kampung kita, dan kitalah yang harus membangunnya,” tegasnya.
Jangan Buang Kesempatan Emas
Lebih lanjut, Diknas mengingatkan warga agar tidak membesar-besarkan masalah kecil yang pada akhirnya justru merugikan masyarakat luas. Ia juga memastikan bahwa kehadiran kepolisian dalam persoalan ini murni untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), bukan untuk melakukan penindakan hukum.
Kapolsek berpesan agar peluang pembangunan dari pemerintah tidak disia-siakan hanya karena konflik internal. “Kesempatan selalu datang satu kali. Jangan sampai saat kesempatan sudah ada untuk membangun tempat kita, hanya karena persoalan, program tersebut dilempar ke tempat lain. Kita harus berpikir bagaimana mendidik dan memajukan kampung ini, termasuk pendidikan anak-anak kita,” paparnya.
Mediasi tersebut ditutup dengan kesepakatan damai dari seluruh pihak, menandai dilanjutkannya kembali pekerjaan pembukaan jalan usaha tani di Dusun IV. Pesan penutup dari Kapolsek Kualin menjadi pengingat penting bagi warga: “Mari buka hati, kita berkasih sama-sama, kita lihat sama-sama, bicara sama-sama.”












