Memperkuat Profesionalisme dan Tata Kelola Wakaf, Pengurus PW ANI Sumatera Utara Masa Khidmah 2026–2030 Resmi Dilantik

MEDAN — Pengurus Wilayah Asosiasi Nazhir Indonesia (PW ANI) Sumatera Utara Masa Khidmah 2026–2030 secara resmi dilantik pada Sabtu (29/8/2026). Pelantikan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat profesionalisme para nazhir, mengoptimalkan tata kelola aset wakaf, serta memperluas kolaborasi potensi wakaf di wilayah Sumatera Utara.

Prosesi pelantikan ditandai dengan penyerahan pataka petunjuk organisasi secara langsung oleh Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) ANI. Agenda bersejarah ini turut dihadiri oleh jajaran Pengurus Badan Wakaf Indonesia (BWI) Pusat, BWI Sumatera Utara, serta perwakilan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara.

Menjadikan ANI Rumah Bersama Nazhir yang Profesional dan Berdampak

Ketua PW ANI Sumatera Utara terpilih, Dr. Mayurida, M.Pd., CWC, menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam atas kepercayaan yang diberikan oleh pimpinan pusat serta dukungan dari pemangku kepentingan lintas sektor.

Dalam pidato sambutannya usai dilantik, Dr. Mayurida menegaskan komitmennya untuk mengonsolidasikan peran para pengelola wakaf agar lebih adaptif dan inovatif di era modern.

“Semoga ANI Sumatera Utara dapat menjadi rumah bersama bagi para nazhir untuk terus belajar, berkolaborasi, berinovasi, dan menghadirkan manfaat wakaf yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Dr. Mayurida, Sabtu (29/8/2026).

Ia mengimbau seluruh jajaran pengurus dan nazhir se-Sumatera Utara untuk senantiasa mengedepankan prinsip transparansi, profesionalisme, serta semangat kolaborasi agar aset-aset wakaf produktif dapat memberikan dampak langsung bagi kemaslahatan umat.

Sinergi antara PW ANI Sumut, BWI, dan Bank Indonesia diharapkan mampu memicu akselerasi program digitalisasi wakaf uang maupun pemberdayaan ekonomi berbasis wakaf di Sumatera Utara selama empat tahun ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *