JOMBANG — Jajaran pimpinan tertinggi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meninjau langsung kesiapan lokasi penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU di area Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (20/8/2026) sore.
Pengecekan lapangan tersebut dipimpin langsung oleh Rais ‘Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Rais Syuriyah PBNU Prof Moh Nuh, KH Muhammad Cholil Nafis, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul), serta Bendahara PBNU Gus Gudfan Arif Ghofur.
Infrastruktur Vital dan Akomodasi Dipastikan Siap
Rombongan PBNU disambut Ketua Majelis Pengasuh Ponpes Bahrul Ulum KH Hasib Wahab, Ketua Panitia Lokal KH Abdurrozaq Sholeh (Gus Rozaq), serta Rais Syuriyah PCNU Jombang KH Ahmad Hasan. Peninjauan difokuskan pada infrastruktur utama, seperti Gedung Serba Guna (GSG) Hasbullah Said dan Lapangan Untung Suropati yang diproyeksikan sebagai lokasi pembukaan muktamar pada 27 Agustus 2026.
Gus Ipul menyampaikan bahwa hasil pemantauan menunjukkan progres persiapan fisik dan teknis telah mencapai lebih dari 85 persen.
“Kaitannya dengan akomodasi, alhamdulillah Tambakberas telah siap menerima lebih dari 3.000 peserta muktamar dengan fasilitas memadai. Untuk konsumsi partisipan dan pengunjung, insyaallah disiapkan dapur umum oleh Ibu Gubernur,” ujar Gus Ipul.
PBNU juga telah mengirimkan surat resmi kepada Istana Negara agar Presiden Prabowo Subianto berkenan hadir untuk membuka secara resmi perhelatan akbar lima tahunan tersebut.
DPT Capai 95 Persen dan Swadaya Bantuan Warga
Dari segi administratif, Sekretaris SC Muktamar ke-35 NU, Prof Moh Nuh, mengungkapkan bahwa Daftar Pemilih Tetap (DPT) peserta per pertengahan Agustus 2026 telah menembus angka 95 persen. Data ini mencakup perwakilan dari 546 Pengurus Cabang (PC), Pengurus Wilayah (PW), dan Pengurus Cabang Istimewa (PCI) di luar negeri. Undangan pembukaan juga telah didistribusikan secara digital.
Prof Nuh turut menyampaikan apresiasi atas tingginya partisipasi swadaya dari warga Jombang yang menyumbangkan beras, hewan ternak, kopi, hingga bahan makanan untuk mendukung operasional muktamar.













