Dukcapil Ungkap Tren Nama Anak Indonesia Berubah, Nama Artis Dunia Makin Populer

JAKARTA – Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri mengungkap adanya perubahan tren pemberian nama pada anak-anak di Indonesia. Sejumlah nama tradisional yang dahulu populer kini mulai jarang digunakan dan perlahan tergantikan oleh nama-nama yang terinspirasi dari artis internasional.

Fenomena tersebut disampaikan Direktur Jenderal Dukcapil, Teguh Setyabudi, saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Dukcapil sekaligus Rilis Data Kependudukan Semester I Tahun 2026.

Nama Artis Dunia Banyak Dipilih

Dalam paparannya, Teguh menyebut beberapa nama artis internasional kini cukup banyak digunakan sebagai nama penduduk Indonesia. Di antaranya Olivia, Justin, Ariana, Selena, dan Taylor.

“Artis luar negeri. Oh ada misalnya Olivia, Olivia Rodrigo,” ujar Teguh dalam tayangan YouTube Dukcapil Kemendagri.

Menurutnya, nama Justin banyak diasosiasikan dengan penyanyi Justin Bieber, sementara Ariana merujuk pada Ariana Grande. Adapun Selena dikaitkan dengan Selena Gomez, sedangkan Taylor identik dengan Taylor Swift.

“Ada Taylor Swift misalnya. Cukup banyak yang menggunakan itu,” katanya.

Nama Tradisional Mulai Berkurang

Di sisi lain, Teguh menyoroti semakin berkurangnya penggunaan nama-nama khas Indonesia pada generasi muda, khususnya Generasi Alpha dan Generasi Beta.

Menurutnya, nama-nama seperti Joko, Sutrisno, hingga Slamet yang dahulu sangat umum dijumpai di Pulau Jawa kini semakin sulit ditemukan pada anak-anak usia sekolah.

“Ternyata di Generasi Alpha bahkan Beta juga, nama-nama lokal itu sudah mulai tergantikan,” ungkap Teguh.

Ia mencontohkan, saat ini cukup sulit menemukan anak berusia sekitar lima hingga sepuluh tahun yang bernama Joko, Sutrisno, atau Slamet.

“Sekarang mungkin untuk anak-anak usia 5 tahun atau 10 tahun di Pulau Jawa, sulit mencari yang namanya Joko. Atau yang namanya Sutrisno atau Slamet. Ada mungkin, tetapi jumlahnya sedikit,” jelasnya.

Dipengaruhi Budaya Populer

Menurut Teguh, perubahan tersebut menunjukkan adanya pergeseran tren dalam pemberian nama anak di Indonesia. Pengaruh budaya populer, perkembangan media digital, serta figur publik internasional dinilai menjadi salah satu faktor yang mendorong banyak orang tua memilih nama bernuansa global dibandingkan nama tradisional yang telah lama dikenal di masyarakat.

Meski demikian, nama-nama lokal tetap menjadi bagian dari identitas budaya Indonesia yang memiliki nilai sejarah dan filosofi tersendiri bagi setiap daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *