BOYOLALI – Prestasi membanggakan datang dari seorang bocah berusia 12 tahun asal kawasan Waduk Kedung Ombo (WKO), Kabupaten Boyolali. Meski masih duduk di kelas VI sekolah dasar, Ibrahim Al Albrar berhasil menemukan celah keamanan digital milik Badan Antariksa Amerika Serikat atau NASA.
Atas temuannya tersebut, murid SDN 3 Genengsari, Kecamatan Kemusu, itu mendapatkan penghargaan berupa Letter of Recognition dari National Aeronautics and Space Administration (NASA) pada 9 Juli 2026.
Ibrahim mengaku menemukan celah keamanan tersebut sekitar April 2026. Temuannya kemudian mendapatkan apresiasi resmi dari NASA.
Bermula dari Dorking di Google
Ibrahim menceritakan proses pencarian celah keamanan itu bermula dengan melakukan pencarian menggunakan teknik dorking melalui mesin pencari Google. Ia kemudian memeriksa satu per satu situs yang ditemukan.
“Saya pakai dorking dulu di Google, lalu membuka satu per satu website yang ada tautan eksternal,” kata Ibrahim kepada wartawan, Jumat (17/7/2026).
Ketertarikannya menguji keamanan digital NASA muncul setelah melihat berbagai pemberitaan mengenai orang-orang yang berhasil menemukan celah keamanan pada sistem digital lembaga antariksa tersebut.
Keberhasilannya itu semakin istimewa lantaran Ibrahim mempelajari dunia teknologi secara mandiri.
Belajar Coding dari YouTube
Ibrahim mengungkapkan tidak mendapatkan pelajaran khusus mengenai coding di sekolah. Sebagian besar pengetahuannya diperoleh secara autodidak melalui berbagai tutorial di YouTube.
Ketertarikannya terhadap teknologi awalnya muncul dari kegemarannya bermain game. Dari sana, ia mulai mempelajari coding hingga akhirnya tertarik mendalami keamanan siber.
“Awalnya itu saya suka game, terus belajar coding. Lalu, atas saran kakak-kakak online, saya belajar cyber security,” ucapnya.
Anak kedua dari tiga bersaudara tersebut mengaku belum memiliki teman sebaya di lingkungannya yang mempunyai ketertarikan serupa terhadap coding, terlebih keamanan siber.
Bercita-cita Jadi Profesional Cyber Security
Meski telah mendapatkan Letter of Recognition dari NASA, Ibrahim mengaku belum pernah mengikuti kompetisi di bidang teknologi maupun keamanan siber.
Selama ini, ia memilih fokus memperdalam kemampuan coding dan cyber security secara mandiri.
Prestasi yang diraih di usia 12 tahun itu semakin memantapkan cita-citanya. Ibrahim ingin menjadi seorang profesional di bidang keamanan siber pada masa depan.
Dari sebuah desa di Kecamatan Kemusu, Boyolali, kegemaran terhadap teknologi membawa Ibrahim hingga mendapatkan pengakuan dari salah satu lembaga antariksa paling dikenal di dunia.












