Polres Asmat Gandeng Tokoh Adat dan MRP Edukasi Warga TPA Agats untuk Tangkal Hoaks dan Jaga Kamtibmas

ASMAT – Polres Asmat menggandeng tokoh adat, pemerintah distrik, dan Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Selatan untuk mengedukasi masyarakat asal Distrik Sawaerma yang bermukim di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Agats agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi bohong serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kegiatan tatap muka yang berlangsung di Kompleks TPA Agats, Jumat (3/7/2026), dipimpin oleh Kasat Binmas Polres Asmat, Iptu Muhammad Zain. Turut hadir mendampingi Kasat Intelkam Polres Asmat Ipda Suyadi, S.H., Kapolsek Sawaerma Iptu Muhammad Yusuf, S.H., Kepala Distrik Agats Norbertus Kamona, Anggota MRP Papua Selatan Wilem Yakas, serta Ketua Lembaga Masyarakat Adat Asmat (LMAA) David Jiman.

Dalam kesempatan tersebut, Kasat Intelkam Polres Asmat Ipda Suyadi mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar, khususnya informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Jangan mudah percaya atau ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Mari bersama-sama menjaga situasi keamanan di Kabupaten Asmat agar tetap aman dan kondusif,” ujarnya di hadapan warga.

Sementara itu, Ketua LMAA Kabupaten Asmat, David Jiman, mengingatkan masyarakat agar menyerahkan setiap persoalan hukum kepada aparat penegak hukum dan tidak menyelesaikannya dengan tindakan yang berpotensi memicu konflik.

Ia juga menilai penyalahgunaan minuman keras masih menjadi salah satu faktor utama yang kerap memicu pertikaian antarsesama warga.

“Kita datang ke Agats untuk bekerja dan mencari penghidupan yang baik, bukan untuk membuat keributan. Apabila ada persoalan, percayakan kepada kepolisian dan jauhi minuman keras karena itu bukan bagian dari budaya orang Asmat,” tegasnya.

Anggota MRP Papua Selatan, Wilem Yakas, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga keamanan lingkungan. Menurutnya, terciptanya situasi yang aman dan kondusif merupakan tanggung jawab bersama, bukan semata-mata tugas aparat kepolisian.

Di sisi lain, Kasat Binmas Polres Asmat Iptu Muhammad Zain menekankan pentingnya peran keluarga dalam membina generasi muda agar tidak mudah terpengaruh berita bohong maupun pergaulan yang berpotensi mengarah pada tindakan melanggar hukum.

Ia berharap para orang tua dapat meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak sehingga potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sejak dini.

Ketua lingkungan TPA Agats juga menyampaikan apresiasi atas langkah preventif yang dilakukan Polres Asmat bersama para tokoh daerah. Menurutnya, kehadiran aparat dan tokoh masyarakat memberikan rasa aman sekaligus memperkuat komunikasi dengan warga.

Ia mengakui bahwa sejumlah gangguan keamanan yang pernah terjadi di kawasan tersebut umumnya dipicu oleh oknum pemuda yang datang dari kampung dalam kondisi dipengaruhi minuman keras.

Melalui pendekatan dialogis yang melibatkan pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat, Polres Asmat berharap kesadaran kolektif untuk menangkal hoaks, menolak kekerasan, serta menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Asmat dapat terus meningkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *