Air Limbah Rumah Tangga dan Kedai Nasi Resahkan Pengguna Jalan di Sei Rampah

SERDANG BEDAGAI – Genangan air limbah rumah tangga dan kedai nasi di Dusun III, Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, dikeluhkan warga karena dinilai mengganggu pengguna jalan. Kondisi tersebut disebut telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir.

Pantauan di lokasi pada Rabu (27/5/2026), sejumlah titik jalan desa tampak tergenang air berwarna keruh yang juga mengeluarkan bau tidak sedap. Air limbah tersebut diduga berasal dari saluran pembuangan rumah tangga dan beberapa kedai nasi yang langsung dialirkan ke badan jalan tanpa melalui pengolahan.

Warga Keluhkan Jalan Licin dan Bau Menyengat

Sejumlah warga mengaku resah dengan kondisi tersebut karena selain menimbulkan bau tidak sedap, jalan juga menjadi licin dan membahayakan pengendara, khususnya pengguna sepeda motor.

“Setiap pagi dan sore kalau lewat sini harus hati-hati. Sepeda motor bisa licin, belum lagi baunya menyengat,” ujar salah seorang warga setempat.

Menurut warga, persoalan ini terjadi karena tidak adanya saluran pembuangan limbah khusus bagi rumah tangga maupun usaha kuliner di wilayah tersebut.

Limbah Diduga Langsung Dibuang ke Jalan

Warga menyebut air sisa cucian piring dan limbah bahan makanan dari kedai nasi langsung dibuang ke parit kecil hingga meluap ke badan jalan.

Masyarakat berharap pemerintah desa segera turun tangan mencari solusi dan memanggil pemilik usaha maupun warga yang membuang limbah sembarangan.

“Seharusnya ada saluran yang benar agar tidak meresahkan warga dan pengguna jalan,” kata warga lainnya.

Warga Minta Pemerintah Segera Bertindak

Hingga saat ini, warga mengaku belum melihat adanya tindak lanjut dari pihak terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Serdang Bedagai.

Padahal, pembuangan limbah cair ke ruang publik tanpa pengolahan dinilai dapat melanggar aturan terkait pengelolaan lingkungan hidup dan kebersihan daerah.

Warga berharap pemerintah desa bersama instansi terkait segera mengambil langkah cepat agar akses jalan kembali bersih, aman, dan nyaman dilalui masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *