Prioritaskan Jemaah Lansia, Pemkab Gresik Fasilitasi Paket Obat dan Kursi Roda untuk Musim Haji 2026

GRESIK — Pemerintah Kabupaten Gresik memperkuat komitmen pelayanan bagi jemaah calon haji tahun 1447 H/2026 M. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dukungan pemerintah kini dialihkan dari bantuan dana tunai menjadi penyediaan fasilitas kesehatan dan alat bantu mobilitas yang dinilai lebih menyentuh kebutuhan riil jemaah di Tanah Suci.

Kepastian program ini disampaikan dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, di Ruang Putri Cempo, Kantor Bupati Gresik, Rabu (22/04/2026).

Dukungan Kesehatan: Paket Obat untuk 40 Hari

Menyadari kondisi cuaca ekstrem dan aktivitas fisik yang berat selama ibadah haji, Pemkab Gresik telah menyiapkan paket obat-obatan lengkap bagi seluruh jemaah. Langkah ini diambil agar jemaah tidak perlu lagi mengeluarkan biaya tambahan untuk kebutuhan kesehatan dasar yang mendesak.

Paket kesehatan tersebut terdiri dari:

  • Vitamin Daya Tahan Tubuh: Mencukupi kebutuhan harian selama 40 hari.

  • Obat Flu dan Batuk: Untuk mengantisipasi perubahan cuaca.

  • Vitamin B Kompleks: Guna memulihkan stamina dari kelelahan fisik.

  • Obat Pereda Nyeri: Untuk mengatasi keluhan pegal dan sakit otot.

“Yang dibutuhkan jemaah itu kesehatan dan mobilitas. Aktivitas di sana sangat berat, berjalan jauh di cuaca panas. Jika tidak disiapkan dari sini, biaya obat bisa menghabiskan bekal mereka,” tegas Bupati yang akrab disapa Gus Yani tersebut.

Fasilitas Kursi Roda dengan Skema Pinjam Pakai

Selain kesehatan, aspek mobilitas menjadi perhatian utama mengingat profil jemaah asal Gresik didominasi oleh lansia. Berdasarkan data risiko tahun 2026, tercatat sebanyak 101 jemaah dipastikan membutuhkan dukungan kursi roda.

Melalui sinergi dengan Dinas Sosial, Pemkab Gresik menyediakan fasilitas kursi roda dengan skema pinjam pakai melalui Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU). Mekanisme ini diterapkan untuk menjamin ketepatan sasaran sekaligus memenuhi aspek akuntabilitas pengelolaan aset daerah.

Sinergi Lintas Sektor untuk Pelayanan Optimal

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gresik, Lulus, menyambut baik langkah taktis pemerintah daerah. Menurutnya, kolaborasi antara Pemkab, Kemenag, dan KBIHU sangat krusial mengingat tren jemaah lansia yang terus meningkat setiap tahun.

“Mayoritas jemaah kita memerlukan pendampingan khusus. Kesiapan fisik dan dukungan fasilitas seperti ini jauh lebih penting dibandingkan sekadar administrasi keberangkatan,” ujarnya.

Program ini merupakan langkah awal transisi bantuan yang akan terus dievaluasi dan disempurnakan. Dengan fasilitas yang tepat, diharapkan seluruh jemaah haji asal Kabupaten Gresik dapat menjalankan rukun dan wajib haji dengan lebih khusyuk, aman, dan sehat hingga kembali ke tanah air.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *