TMMD Sengkuyung Tahap II TA 2026 Kodim 0723/Klaten Resmi Dibuka, Sasar Betonisasi Jalan di Desa Solodiran

KLATEN — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun Anggaran 2026 di wilayah Kodim 0723/Klaten resmi dimulai. Pembukaan ditandai dengan upacara khidmat yang digelar di Lapangan Desa Solodiran, Kecamatan Manisrenggo, Rabu (22/04/2026).

Upacara dipimpin oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Klaten, Jaka Purwanto, yang hadir mewakili Bupati Klaten. Acara tersebut turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, perwakilan OPD, personel TNI-Polri, serta tokoh masyarakat setempat.

Sinergi Membangun Kesejahteraan dan Bela Negara

Dalam amanat Bupati Klaten yang dibacakan oleh Pj. Sekda, ditekankan bahwa TMMD merupakan wujud kolaborasi konkret antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Program ini tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga penguatan semangat kebangsaan dan kesadaran bela negara.

“TMMD menjadi wadah untuk mengakomodasi aspirasi masyarakat sekaligus menekan kerawanan sosial. Kami berharap program ini menumbuhkan semangat persatuan guna menjaga kedaulatan NKRI,” ujar Jaka Purwanto saat membacakan amanat Bupati.

Mengingat lokasi kegiatan berada di lereng Gunung Merapi, Bupati melalui Pj. Sekda juga menitipkan pesan agar semangat kebersamaan ini memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana alam.

Sasaran Fisik: Infrastruktur dan Sanitasi

Perwira Pelaksana TMMD, Kapten Inf. Eka Atmaja, memaparkan bahwa program ini akan berlangsung selama 30 hari, terhitung sejak 22 April hingga 21 Mei 2026. Fokus pembangunan di Desa Solodiran mencakup sejumlah infrastruktur vital, antara lain:

  • Betonisasi Jalan: Sepanjang 597 meter.

  • Pembangunan Talud: Sepanjang 597 meter.

  • Sarana Umum: Pembuatan gorong-gorong.

  • Hunian Layak: Rehabilitasi 3 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

  • Sanitasi: Program jambanisasi sebanyak 5 unit.

Penguatan Non-Fisik dan Wawasan Kebangsaan

Selain pembangunan fisik, TMMD Sengkuyung kali ini juga menyasar aspek non-fisik guna meningkatkan kualitas SDM masyarakat desa. Agenda non-fisik meliputi penyuluhan wawasan kebangsaan untuk memantapkan disiplin nasional serta edukasi mengenai tertib administrasi kependudukan.

Bupati berpesan kepada warga Desa Solodiran untuk bergotong-royong (sengkuyung bareng) selama kegiatan berlangsung dan menjaga hasil pembangunan tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *