Lazismu Cawas Klaten Himpun ZISKA Rp672 Juta pada 2026, Jumlah Muzakki Alami Peningkatan

KLATEN — Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kecamatan Cawas, Klaten, menggelar silaturahmi Halalbihalal sekaligus memaparkan Laporan Kinerja Penghimpunan dan Penyaluran ZISKA (Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Keagamaan Lainnya), Kamis (17/04/2026).

Dalam laporan tersebut, Lazismu Cawas mencatatkan total penghimpunan dana sebesar Rp672.287.000 sepanjang tahun 2026.

Rincian Penghimpunan dan Pertumbuhan Muzakki

Ketua Lazismu Cawas, Suparno, merincikan bahwa perolehan tersebut terdiri dari penghimpunan zakat sebesar Rp595.132.000 serta infak dan sedekah sebesar Rp77.155.000.

Meskipun total nominal mengalami penurunan tipis sebesar Rp3.192.000 dibandingkan tahun sebelumnya, grafik partisipasi masyarakat justru menunjukkan tren positif. Jumlah muzakki (pembayar zakat) tercatat meningkat dari 960 orang pada tahun lalu menjadi 991 orang pada tahun ini.

Evaluasi Teknis Pemungutan

Suparno menegaskan bahwa penurunan tipis pada nilai nominal bukan disebabkan oleh faktor kelesuan ekonomi. Berdasarkan evaluasi internal, kendala utama terletak pada aspek teknis di lapangan.

“Faktornya dari pemungut yang biasa mengambil minta ganti, sedangkan personel yang baru belum hafal muzakkinya. Kemarin daftar muzakki belum sempat kami cetak untuk petugas pemungut,” jelas Suparno.

Ia menambahkan bahwa kondisi ekonomi secara makro tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kedermawanan masyarakat. “Kami evaluasi, perjalanan ekonomi itu tidak berpengaruh. Sebagai contoh saat pandemi Covid-19 lalu, kami prediksi menurun tetapi justru meningkat,” ungkapnya.

Transparansi Penyaluran Program

Dana yang terhimpun telah disalurkan melalui berbagai pilar program strategis Lazismu, meliputi:

  • Pendidikan dan Kesehatan

  • Ekonomi dan Sosial Dakwah

  • Kemanusiaan dan Lingkungan

Acara Halalbihalal ini dihadiri oleh jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Klaten, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cawas, Organisasi Otonom (Ortom), mitra, Forkopimcam, serta para muzakki. Kehadiran berbagai elemen ini merupakan bentuk transparansi dan akuntabilitas Lazismu kepada publik.

Ke depan, Lazismu Cawas berkomitmen untuk memperkuat sistem pemungutan dan memperbarui basis data muzakki secara digital guna memastikan target penghimpunan tahun mendatang dapat tercapai lebih optimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *