ACEH JAYA — Gedung Olahraga PTM Lamno menjadi saksi bisu sengitnya persaingan para atlet pingpong dalam gelaran Turnamen Tenis Meja Antar Klub Se-Aceh. Sebanyak 63 peserta dari puluhan Persatuan Tenis Meja (PTM) di seluruh Aceh memadati Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya, pada Sabtu dan Minggu (7-8 Februari 2026).
Turnamen bertajuk “Ramadhan Cup” ini menjadi magnet bagi para pecinta olahraga tenis meja untuk unjuk gigi sekaligus mempererat tali silaturahmi antar-atlet.
Wadah Pembinaan dan Jaring Bibit Atlet
Kegiatan ini resmi dibuka oleh Camat Jaya, Bapak Syamsuddin Rani, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa ajang ini merupakan instrumen penting dalam meningkatkan prestasi atlet lokal di tingkat provinsi.
Ketua Persatuan Tenis Meja Kabupaten Aceh Jaya sekaligus Ketua PTM Lamno, Musa, mengungkapkan rasa bangganya atas antusiasme peserta yang luar biasa.
“Alhamdulillah, antusiasme ini menunjukkan bahwa tenis meja semakin berkembang pesat di Aceh Jaya. Turnamen ini menjadi sarana menjaring bibit-bibit atlet potensial yang diharapkan mampu mengharumkan nama Aceh di masa depan,” ujar Musa.
Dukungan Sektor Swasta Terhadap Olahraga
Kesuksesan event ini tidak lepas dari peran sponsor utama, yakni Rohid Cell dan Rohid Parfum. Sang pemilik, Rohidin, yang juga dikenal sebagai pehobi tenis meja, menyatakan bahwa dukungan ini adalah bentuk kontribusi nyata perusahaan terhadap kegiatan positif masyarakat.
“Kami terus berupaya mendukung kegiatan masyarakat di berbagai bidang, termasuk olahraga. Semoga bantuan ini memperlancar rangkaian turnamen hingga melahirkan juara-juara baru,” tutur Rohidin.
Perebutkan Hadiah Jutaan Rupiah
Turnamen yang berlangsung dari pagi hingga malam ini mempertaruhkan total hadiah sebesar Rp3 juta. Meski persaingan di meja hijau terasa panas, seluruh peserta tetap mengedepankan nilai-nilai sportivitas.
Panitia pelaksana menargetkan kegiatan serupa dapat menjadi agenda rutin tahunan. Dengan konsistensi penyelenggaraan, PTM Lamno optimis Aceh Jaya akan menjadi salah satu barometer kekuatan tenis meja di Provinsi Aceh.












