GRESIK — Musyawarah Cabang (Muscab) Persatuan Sambo Indonesia (Persambi) Kabupaten Gresik yang direncanakan berlangsung di Rumah Makan Ayomi, Selasa (27/1/2026), berakhir buntu. Agenda pemilihan ketua baru untuk periode 2026-2030 tersebut gagal dilaksanakan akibat adanya dugaan intervensi dari oknum KONI Gresik terhadap internal organisasi.
Persoalan ini memicu ketegangan antara calon kuat ketua, para pemilik camp, dan pengurus provinsi.
Mandat Pengprov Jatim dan Penolakan Oknum KONI
Berdasarkan rilis resmi panitia, Pengurus Provinsi (Pengprov) Persambi Jawa Timur sebenarnya telah mengeluarkan surat mandat nomor 28/PERSAMBI.JATIM/SM/I/2026. Surat tersebut menunjuk Tito Kadar Isman untuk melaksanakan Muscab. Tito merupakan sosok pegiat olahraga berprestasi yang selama ini dikenal vokal mengkritisi kebijakan KONI terkait transparansi dana hibah.
Namun, isu adanya komunikasi bawah tangan dari oknum KONI ke Pengprov Jatim untuk mengevaluasi mandat tersebut mencuat. Hal ini diperkuat dengan absennya pengurus KONI Gresik pada acara tersebut dengan alasan ketidaksukaan personal terhadap sosok ketua yang diusung.
Dukungan 3 Club dan Alasan Percepatan Muscab
Padahal, Tito Kadar Isman telah mengantongi dukungan penuh dari tiga camp anggota Persambi Gresik, yakni:
-
Monkey Tiger 80 Fighter Sport
-
Ayomi Fighter Sport
-
Kingseman Sambo Gresik
Tito menjelaskan bahwa Muscab dilakukan lebih awal guna mengejar target seleksi atlet dan penjaringan program Pusat Latihan Kabupaten (Puslatkab) untuk persiapan Porprov mendatang. “Kami ingin segera bekerja demi mendulang medali untuk Kabupaten Gresik, namun justru dijegal secara politis,” tegas Tito.
Muscab Resmi Ditunda demi Sinergitas
Melihat situasi yang tidak kondusif, Ketua Harian Pengprov Persambi Jawa Timur, Wira, akhirnya memutuskan untuk menunda Muscab. Keputusan ini diambil agar pemegang mandat dapat mencari solusi diplomatik guna memperbaiki hubungan kelembagaan dengan KONI.
“KONI seharusnya memfasilitasi, bukan mengintervensi urusan internal organisasi. Persyaratan kami sudah lengkap. Sangat disayangkan intrik pribadi oknum di dalam KONI merusak profesionalisme lembaga,” pungkas Tito kepada awak media sembari menunjukkan bukti rekaman pembicaraan dengan pihak terkait.













