JAKARTA — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengambil langkah berani untuk memperkuat sektor pendidikan dan teknologi. Dalam pertemuan bersama para rektor dan guru besar di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/1/2026), Presiden memutuskan menambah alokasi dana riset dan inovasi sebesar Rp4 triliun untuk seluruh perguruan tinggi di Indonesia.
Dengan tambahan ini, total dana riset yang digelontorkan pemerintah melonjak menjadi Rp12 triliun, naik signifikan dari alokasi awal sebesar Rp8 triliun dalam APBN 2026.
Fokus Utama: Pangan, Energi, dan Hilirisasi
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa penambahan anggaran ini bukan tanpa target. Presiden Prabowo secara spesifik meminta agar riset-riset di universitas difokuskan pada tiga pilar utama kedaulatan bangsa:
-
Swasembada Pangan: Inovasi teknologi pertanian untuk menjamin kemandirian pangan nasional.
-
Swasembada Energi: Pengembangan energi terbarukan guna mengurangi ketergantungan pada impor.
-
Hilirisasi Industri: Riset yang mendukung pengolahan bahan mentah menjadi produk bernilai tambah tinggi di dalam negeri.
“Harapannya ini dapat memperkuat riset-riset untuk seluruh universitas, termasuk bekerja sama dengan BRIN (Badan Riset dan Inovasi),” ujar Prasetyo Hadi.
Dukungan SDM untuk Proyek Danantara
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, Riset, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menyebut kebijakan ini sebagai bukti kepercayaan tinggi Presiden terhadap para akademisi. Dana riset tersebut nantinya akan mendukung berbagai proyek strategis yang dipimpin oleh badan pengelola investasi Danantara.
Salah satu riset prioritas yang disinggung adalah proyek waste to energy atau pengelolaan sampah menjadi energi listrik. Proyek ini membutuhkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) terbaru.
“Tahun ini akan mulai dilakukan groundbreaking besar-besaran untuk industrialisasi. Hal tersebut tentu membutuhkan kontribusi signifikan dari peneliti dan guru besar perguruan tinggi,” tambah Brian Yuliarto.
Langkah ini diharapkan mampu menaikkan rasio dana riset Indonesia terhadap PDB, sekaligus mempercepat transisi Indonesia menuju negara industri maju yang berbasis pada inovasi pengetahuan.












