GRESIK — PDAM Giri Tirta Gresik, perusahaan air minum milik pemerintah daerah, kini terperangkap dalam krisis multidimensi yang mengancam keberlanjutan layanan air bersih bagi ratusan ribu pelanggan. Kondisi perusahaan plat merah ini dinilai sudah pada tahap “lampu merah” yang membutuhkan penanganan luar biasa.
Data internal menunjukkan tingkat kebocoran air (Non-Revenue Water/NRW) menyentuh angka di atas 40%. Angka ini jauh di atas standar sehat nasional sebesar 20%. Artinya, hampir separuh air yang diproduksi hilang begitu saja sebelum sampai ke kran pelanggan.
1. Utang Menjulang, Nasib Pelanggan Terjepit
Berdasarkan laporan keuangan tahun 2025, PDAM Giri Tirta menanggung beban utang jangka pendek dan panjang yang cukup fantastis. Utang ini sebagian besar berasal dari pinjaman bank untuk proyek rehabilitasi jaringan yang hasilnya dinilai belum optimal.
Kondisi keuangan yang “berdarah-darah” ini berbanding terbalik dengan kualitas layanan di lapangan. Masyarakat kian nyaring mengeluhkan buruknya suplai air. “Air sering mati, kalaupun mengalir tekanannya sangat lemah. Tapi tagihan tetap datang, bahkan kadang membengkak tanpa kejelasan,” keluh sejumlah pelanggan di wilayah Gresik kota.
2. Infrastruktur Tua dan Ancaman Krisis Air Bersih
Pemerhati Kebijakan Publik, Mas’ud Hakim, M.Si., M.H., menyoroti bahwa krisis ini dipicu oleh infrastruktur pipa yang sudah sangat tua dan rusak parah. Menurutnya, air bersih adalah kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda pemenuhannya.
“Giri Tirta adalah penopang hajat hidup warga Gresik. Pemerintah Kabupaten harus segera mengambil langkah strategis. Ini bukan lagi soal perbaikan teknis, tapi soal penyelamatan perusahaan daerah,” tegas Mas’ud, Kamis (15/1/2026).
3. Desakan Reformasi Total dan Modernisasi
Krisis di tubuh PDAM Giri Tirta dinilai sebagai cerminan masalah klasik BUMD: tata kelola buruk, minim inovasi, hingga dugaan intervensi politik. Mas’ud Hakim menekankan perlunya transformasi radikal melalui:
-
Perombakan Jajaran Direksi: Menempatkan sosok profesional dan berintegritas.
-
Modernisasi Sistem: Penggunaan teknologi digital untuk mendeteksi kebocoran secara real-time.
-
Transparansi Manajemen: Membuka laporan kinerja dan keuangan kepada publik.
Tanpa reformasi total, nasib ratusan ribu pelanggan kini berada dalam ketidakpastian. Masyarakat Gresik berharap adanya solusi nyata dari pemerintah daerah sebelum kran di rumah mereka benar-benar kering. Komitmen politik Bupati dan keberanian merombak manajemen menjadi kunci agar Giri Tirta bisa kembali mengalir hingga ke pelosok wilayah yang belum terjangkau.












