Bentuk Karakter Rimbawan, FHIL UHO Tekankan Nilai Budaya dan Agama dalam Pengelolaan Hutan Lestari

KENDARI — Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan (FHIL) Universitas Halu Oleo (UHO) sukses menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat melalui program Bina Corps Rimbawan (BCR) XXI. Kegiatan ini ditujukan khusus bagi mahasiswa angkatan 2024 untuk membentuk karakter rimbawan yang bermartabat dengan landasan nilai budaya dan spiritual.

Acara yang berlangsung pada Minggu (11/1/2026) ini diikuti oleh 138 peserta, termasuk dosen pemateri, perwakilan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sultra, KPHP Gularaya, Mapsurcom, serta puluhan mahasiswa dan panitia.

Mempersiapkan Mental dan Fisik Pilar Bangsa

Dosen FHIL UHO, La Ode Agus Salim Mando, menegaskan bahwa mahasiswa kehutanan adalah pilar penting bagi pembangunan bangsa melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Namun, ia mengingatkan bahwa kecerdasan intelektual tidak akan optimal tanpa kesiapan mental dan fisik yang kuat.

“Mahasiswa membutuhkan pembinaan karakter serta penguatan jiwa dan fisik sejak dini. Melalui BCR, kita tidak hanya memberikan teori di dalam kelas, tetapi juga praktik langsung untuk membentuk ketangguhan mereka,” ujar La Ode Agus Salim Mando.

Perpaduan Materi Ruangan dan Pengenalan Alam

Program BCR XXI ini menerapkan metode pembelajaran dua arah, yakni materi dalam ruangan dan praktik lapangan (luar ruangan). Di dalam ruangan, mahasiswa dibekali dengan dasar-dasar ilmu kehutanan, sementara di luar ruangan mereka diajak berinteraksi langsung dengan alam.

Menurut La Ode Agus Salim Mando, metode ini sangat krusial untuk menumbuhkan rasa cinta mahasiswa terhadap hutan. “Jika mahasiswa tidak diajak melihat langsung kondisi hutan sesuai teori, dikhawatirkan mereka akan kehilangan ketertarikan atau bahkan kurang peduli terhadap kelestarian lingkungan,” tambahnya.

Mengintegrasikan Nilai Spiritual dalam Konservasi

Salah satu poin utama dalam BCR tahun ini adalah penguatan nilai-nilai budaya dan spiritual. Mahasiswa didorong untuk memahami bahwa menjaga hutan bukan sekadar tugas teknis, melainkan bagian dari pengabdian kepada Tuhan dan penghormatan terhadap nilai luhur budaya.

Sinergi antara panitia BCR XXI dan para dosen diharapkan mampu menginspirasi mahasiswa angkatan 2024 agar lebih semangat dalam perkuliahan dan memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan sekitar. Melalui BCR, FHIL UHO berkomitmen mencetak generasi rimbawan yang tidak hanya ahli secara akademis, tetapi juga memiliki integritas dan karakter yang kuat dalam menjaga paru-paru dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *