Lawan Lumpur dan Ilalang: Pemuda Desa Sone Gotong Royong Benahi Jalan Penghubung di Insana Tengah

TIMOR TENGAH UTARA — Kondisi infrastruktur jalan yang memprihatinkan di perbatasan Desa Fafinesu C dan Desa Sone, Kecamatan Insana Tengah, memicu aksi nyata dari generasi muda setempat. Pada Senin (29/12/2025), puluhan muda-mudi Desa Sone turun ke jalan untuk melakukan aksi bersih-bersih jalur vital yang menjadi urat nadi perekonomian warga menuju Kota Kefamenanu.

Aksi ini merupakan inisiatif kolaboratif antara anggota Orang Muda Katolik (OMK) Sone dan Himpunan Mahasiswa Pelajar Desa Sone (HIMAPERSON).

Jalur Vital yang Terabaikan

Jalan penghubung tersebut diketahui belum tersentuh aspal. Saat musim penghujan tiba, kondisi jalan diperparah dengan genangan air yang menciptakan kubangan lumpur. Tak hanya itu, rumput ilalang dan rimbunnya daun Gamal yang menutupi badan jalan seringkali membahayakan keselamatan serta menghambat mobilitas warga.

“Jalan ini adalah jalur vital bagi kami. Kami ingin membuatnya lebih baik dan nyaman untuk dilalui masyarakat,” ujar Anselmus Aban, atau yang akrab disapa Gandy, salah satu tokoh muda yang menginisiasi kegiatan tersebut.

Wujud Kepedulian dan Persatuan

Dengan peralatan seadanya, para mahasiswa dan pemuda Katolik ini bahu-membahu membabat ilalang dan membersihkan drainase alami di sepanjang jalan. Selain bertujuan memperbaiki akses transportasi, kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai ajang mempererat solidaritas antar-pemuda desa.

Semangat gotong royong yang ditunjukkan HIMAPERSON dan OMK Sone diharapkan menjadi pemantik bagi warga lainnya untuk tetap peduli pada fasilitas umum di lingkungan mereka.

Harapan Adanya Perhatian Pemerintah

Meski aksi swadaya ini memberikan dampak instan, para pemuda menyadari bahwa solusi permanen ada di tangan pemangku kebijakan. Gandy mewakili rekan-rekannya berharap agar Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) segera melirik kondisi jalan di wilayah Insana Tengah tersebut.

“Kami sudah berbuat apa yang kami bisa melalui aksi nyata ini. Namun, kami sangat berharap pemerintah daerah bisa hadir untuk membantu memperbaiki jalan ini secara permanen agar akses kami menuju kota tidak lagi terhambat,” pungkas Gandy.

Aksi kepedulian ini membuktikan bahwa keterbatasan infrastruktur tidak memadamkan semangat pemuda di pelosok Timor Tengah Utara untuk memberikan kontribusi bagi desanya.

Penulis: KLAUDIUS A. SANBEIN, S.Pd.Editor: SNF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *