Selesaikan Kesalahpahaman Logistik Banjir, Satreskrim Polres Nagan Raya Tempuh Jalan Damai di Beutong Ateuh

NAGAN RAYA — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Nagan Raya berhasil memediasi perselisihan antarwarga terkait pembagian bantuan logistik banjir di Desa Babah Suak, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang. Melalui pendekatan humanis, laporan dugaan pengancaman tersebut diselesaikan secara kekeluargaan pada Sabtu (27/12/2025).

Langkah cepat ini dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim AKP Muhammad Rizal, S.E., S.H., M.H., guna meredam keresahan masyarakat pascabencana banjir di wilayah tersebut.

Klarifikasi Fakta: Replika Korek Api, Bukan Senjata Api

Dalam proses klarifikasi, pihak kepolisian meluruskan informasi yang sempat beredar di masyarakat mengenai adanya penggunaan senjata dalam ancaman tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan bahwa benda yang dibawa terduga pelaku bukanlah senjata api asli.

“Petugas memastikan benda tersebut adalah korek api berbentuk replika senjata api yang sudah rusak dan tidak berfungsi. Barang tersebut kini telah kami amankan untuk kepentingan klarifikasi,” tegas AKP Muhammad Rizal.

Pemicu Konflik: Mekanisme Bantuan Logistik

Mediasi yang berlangsung di rumah Mukim Babah Suak tersebut mengungkapkan bahwa ketegangan dipicu oleh kesalahpahaman mekanisme pembagian bantuan logistik bencana.

Untuk mendapatkan keterangan yang berimbang, polisi menghadirkan:

  • Unsur TNI dan Polri (Bhabinkamtibmas/Babinsa)

  • Perangkat Desa dan Mukim

  • Tokoh Masyarakat serta kedua belah pihak yang berselisih.

Kesepakatan Damai dan Pesan Keamanan

Setelah musyawarah terbuka, kedua belah pihak menyadari adanya kesalahpahaman dan sepakat untuk berdamai tanpa melanjutkan perkara ke jalur hukum. Prosesi perdamaian disaksikan langsung oleh tokoh adat dan perangkat desa setempat.

AKP Muhammad Rizal menekankan bahwa Polri selalu mengedepankan langkah preventif dan persuasif dalam menangani persoalan sosial di tingkat desa.

“Kami mengedepankan langkah persuasif agar situasi tetap kondusif. Harapan kami, penyelesaian damai ini dapat menjaga keharmonisan dan persatuan masyarakat, terutama saat masa pemulihan pascabencana seperti sekarang,” pungkasnya.

Hingga kegiatan berakhir pada pukul 18.00 WIB, situasi di Desa Babah Suak dilaporkan kembali tenang dan kondusif. Masyarakat diimbau untuk selalu mengedepankan musyawarah dalam setiap persoalan.

Penulis: BARONA, S.P.Editor: SNF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *