Tolak Narasi Merdeka, Pemuda Pancasila Nagan Raya Ajak Tokoh Aceh Fokus Perjuangkan Pemekaran Provinsi

NAGAN RAYA — Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC-PP) Kabupaten Nagan Raya melontarkan pernyataan sikap tegas terkait dinamika politik dan keamanan di Aceh. Pihaknya meminta seluruh elemen masyarakat untuk menghentikan segala bentuk framing atau provokasi yang mengarah pada narasi kemerdekaan yang dinilai memicu perpecahan.

Ketua MPC Pemuda Pancasila Nagan Raya, Ari Saputra, SH., MH., menegaskan bahwa energi masyarakat Aceh seharusnya dialihkan untuk memperjuangkan kesejahteraan nyata, salah satunya melalui wacana pemekaran provinsi baru.

Fokus pada Kesejahteraan, Bukan Kegaduhan

Ari Saputra menilai wacana provokasi merdeka hanya akan menciptakan kegaduhan yang merugikan masyarakat Aceh sendiri. Menurutnya, perjuangan yang lebih rasional dan mendesak saat ini adalah mewujudkan Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA) dan Provinsi Aceh Barat Selatan (ABAS).

“Stop memframing provokasi merdeka yang penuh provokator. Mendingan kita berjuang bersama-sama untuk provinsi baru demi kesejahteraan bersama,” ujar Ari Saputra kepada awak media, Jumat (26/12/2025).

Manfaat Strategis Pemekaran Wilayah

Menurut Ari, keberadaan tiga provinsi di Aceh (Provinsi Induk, ALA, dan ABAS) akan memberikan dampak positif yang masif bagi pembangunan daerah. Ia merinci beberapa keuntungan strategis jika pemekaran tersebut terwujud:

  • Pemerataan Pembangunan: Jangkauan infrastruktur akan lebih menyentuh daerah pelosok.

  • Penyerapan Tenaga Kerja: Terbukanya lapangan kerja baru di bidang administrasi pemerintahan dan perkantoran.

  • Efektivitas Kebijakan: Rentang kendali pemerintah provinsi terhadap kabupaten/kota di bawahnya menjadi lebih pendek dan efisien.

Terobosan untuk Masa Depan Aceh

Ari menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa pemekaran wilayah adalah terobosan politik yang sah secara konstitusi dan berorientasi pada pelayanan publik yang lebih cepat.

“Tentu ini adalah terobosan baru bagi masyarakat Aceh agar lebih cepat menuju kemakmuran. Kebijakan pemerintah akan lebih mudah dieksekusi karena wilayah koordinasinya menjadi lebih fokus,” pungkasnya.

Pernyataan ini diharapkan menjadi pengingat bagi para tokoh di Aceh untuk lebih mengedepankan narasi persatuan dalam bingkai NKRI sambil terus mengawal isu pembangunan dan ekonomi kerakyatan.

Penulis: BARONA, S.P.Editor: SNF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *