BALI – Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI, Amin AK, menegaskan pentingnya memastikan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) berjalan sesuai regulasi dan benar-benar menyentuh pelaku UMKM yang membutuhkan. Hal itu disampaikan dalam kunjungan kerja spesifik BAKN ke Provinsi Bali, Kamis (4/12/2025), termasuk dalam sesi dialog bersama Bank Mandiri selaku salah satu bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) penyalur KUR.
Amin mengungkapkan bahwa pengawasan ini merupakan tindak lanjut atas hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait efektivitas penyaluran pembiayaan kepada UMKM.
“Kita ingin agar pengelolaan KUR ini dilaksanakan sesuai aturan. Tujuan utamanya adalah pemberdayaan UMKM, dan itu harus benar-benar tercapai,” ujar Amin.
Prioritaskan UMKM Prospektif yang Non-Bankable
Politisi Fraksi PKS tersebut menyoroti pentingnya dukungan bagi UMKM yang memiliki prospek usaha dan layak secara bisnis, namun belum memenuhi persyaratan perbankan atau tidak bankable. Menurutnya, kelompok usaha seperti itu harus diberi ruang dan tidak dipersulit dalam mengakses KUR.
“UMKM yang tidak bankable tapi punya prospek itu harus mendapatkan alokasi KUR. Pemerintah sudah menyediakan skema penjaminan melalui mitra seperti Jamkrindo dan Askrindo. Jadi kalau ada masalah, mereka sudah terjamin,” jelasnya.
Amin mengingatkan besarnya peran UMKM dalam perekonomian Indonesia, yaitu sekitar 65 juta unit usaha yang menyumbang 60% PDB dan menyerap 97% tenaga kerja.
Peringatan terhadap Persyaratan Berbelit
Amin mewanti-wanti agar perbankan tidak menerapkan persyaratan yang berbelit, yang justru dapat membuat pelaku UMKM beralih pada sumber pembiayaan informal berisiko tinggi seperti rentenir atau pinjaman online (pinjol).
“Jangan sampai mereka lari ke ‘bank titil’ atau ke pinjol. Padahal Himbara sudah mendapat subsidi bunga dari pemerintah sehingga harusnya lebih mudah dan membantu,” tegasnya.
BAKN berharap hasil kunjungan ini dapat mendorong optimalisasi penyaluran KUR oleh perbankan Himbara, sehingga program ini memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan sektor UMKM.












